Langsung ditutupi pasir timbun, Pengecoran diduga asal-asalan Besi Beton masih terlihat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Merauke – Proyek Perbaikan atau Pembuatan Trotoar untuk para pejalan kaki dan Saluran Air (Parit) dinilai sebagai sebuah program yang sangat baik, apalagi menjelang PON ke 20 tahun 2020 ini.

Dimana Kabupaten Merauke menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olah raga (cabor). Di pandang perlu untuk manjadikan wajah kota lebih indah tentunya, maka pekerjaan ini harus benar – benar dilakukan secara efisien sehingga kualitas dari hasil pekerjaan itu maksimal.

Tetapi ironisnya pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan, pengecoran yang asal jadi menyebabkan Besi Beton masih terlihat, hal ini menarik perhatian mitrapol.com untuk menelusuri pengecoran parit yang telah di tutupi pasir timbun sepanjang Jalan Raya Mandala. dibeberapa titik pekerjaan parit itu besi – besi betonnya tidak terbungkus rapi serta tidak tertup rapat oleh cor – coran.

Berdasarkan pantawan mitrapol.com di lapangan, sejak November 2019 hingga Januari 2020 pekerjaan rehabilitasi minor Jalan Sota – Km 40 – Jalan Raya Mandala yang di kerjakan oleh salah satu PT terbesar serta ternama di Bumi Animha Kota Merauke terkesan asal jadi.

Dibeberapa titik terlihat pengerjaan trotoar yang sedang di kerjakan, batu pafing trotoar itu tersusun rapi menutupi cor-coran parit tersebut persis tepat diatasnya. Di duga parit tersebut tertutup dari atasannya maka di kerjakan asal saja.

Pekerjaan ini juga membuat tidak nyaman pengguna jalan yang hendak berbelanja di Toko disekitar are proyek pekerjaan parit dan trotoar.

Salah seorang bapak pengguna jalan dengan memakai kendaraan roda dua mengatakan, saya dari arah Jalan Sumatera mau berbelanja di toko Garuda harusnya saya berbelok putar arah di depan KMS namun disitu ditutup oleh para pekerja, jadi saya terpaksa memutar, ujaranya.

Dugaan terbesar lemahnya pengawas di lapangan serta para pekerja atau pemborong yang mengejar batas waktu pengerjaan yang telah ditentukan yaitu 83 (delapan puluh tiga) hari kalender, sesuai yang tertera pada papan proyek menyebabkan pengerjaannya asal-asalan.
Dalam papan proyek tertera, paket pekerjaan rehabilitasi minor Jalan Sota – Km 40 – Jalan Raya Mandala, dengan nomor kontrak HK.02.01/B.22/PJN.WIL.II/397, di kerjakan oleh kontraktor PT. Tunas Jaya Digul, konsultan pengawas tidak tertera pada les plan papan proyek tersebut.

Pada bagian atas les plan tertulis dengan huruf besar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XXII Merauke, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Propinsi Papua, dari sumber informasi yang di dapat pekerjaan ini langsung dari provinsi Papua.

Saat Mitrapol.com menyambangi kantor PU Kabupaten Merauke untuk memperjelas informasi terkait pekerjaan rehabilitasi minor itu, Jumat (10/1) sekitar pukul 09.00 Wit, terlihat suasana kantor masih sepih, petugas keamanan mengatakan bahwa Kepala Dinas posisinya masih kosong, sementara yang ada Sekertaris saja, tetapi sedang berada di luar kota dan Kepala Binamarga juga sedang diluar kota, jelas petugas keamanan itu di kantor PU tersebut.

 

 

Reporter : YON

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *