Penggunaan Anggaran rehabilitasi dan renovasi SDN 02 Sei Melayu Rayak Ketapang diduga tidak transparan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Pemerintah telah merealisasikan Anggaran APBN Tahun 2019 Sebesar Rp. 32 Milliar lebih, untuk Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Sekolah.

Dalam pelaksanaan ini ada 4 Kabupaten terpilih di Kalimantan Barat, diantaranya Kabupaten Ketapang, kayong utara, sekadau dan sanggau, dan terbagi 16 Sekolah di 4 kabupaten.

Saat awak media mempertanyakan tentang besarnya Anggaran disalah satu sekolah dasar di SDN 02 Kecamatan Sei Melayu Rayak Kabupaten Ketapang Kalbar kenyataannya tidak membuahkan hasil seperti apa yang diharapkan tentang keterbukaan publik tentang Anggaran salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Dasar.

Erwin Nasrudin selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 02 Sei Melayu Rayak, tidak mengetahui berapa besarnya nilai anggaran bantuan pembangunan renovasi dan rehabilitasi disekolahan tersebut, ia menjelaskannya kepada wartawan. Minggu (12/01/2020).

“Saya tidak mengetahui berapa besar anggaran yang dikucurkan di sekolahan ini, dan menurut saya sebaiknya silahkan rekan rekan wartawan pertanyakan kepada pelaksana langsung atau pengawasnya saja,” ujarnya dengan nada mengarahkan.

Dijelaskan oleh Kepsek, mengenai Fisik Rehabilitasi dan Renovasi sekolah untuk saat ini sudah 90 persen.

Lanjut Erwin, soal pembangunan yang sudah di rehab ini, menurut saya secara menyeluruh semuanya sudah melebihi standar di luar batas RAB yang ditentukan, meskipun awal pelaksanaanya terkesan terlambat tidak sesuai dengan waktu yang di tentukan berdasar SPK, yang mana tertera awal pengerjaan dalam pelaksanaan terhitung 30 Agustus 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 dengan waktu selesai 124 hari kalender, dan terjadi pengerjaan pada bulan September 2019,artinya hal ini tidak tepat waktu awal pengerjaan. Terkait soal kualitas bangunan saya pastikan tidak ada kekurangan dan saya pribadi berani menjamin, pasalnya pembangunan seperti ini, belum pernah saya ketahui bisa dilakukan oleh pelaksana lainnya, jelasnya .

Hal terpisah juga dijelaskan oleh perwakilan pelaksana pembangunan sekolah rehabilitas dan renovasi di SDN 02 Sei Melayu Rayak yang memaparkan. “Kalau soal besar anggaran saya juga tidak tau persis berapa jumlahnya, untuk pembangunan sekolah Semua yang kita kerjakan dalam pembangunan ini sering terjadi perubahan tidak sesuai dengan perencanaan awal, dikarenakan sering dilakukan perubahan untuk renovasi pembangunan sekolah secara dadakan dan selalu melalui via telpon info dari managament pelaksana Arif, dan hal ini membuat kita pusing untuk melaksanakan pembangunan ini, terangnya saat di komfirmasi awak media di lokasi pekerjaan.

Hasil pantau awak media, dalam pelaksaan pembangunan sekolah SDN 02 Sei Melayu Rayak hingga pemberitaan ini terbit, pekerjaan belum selesai.

Terkait dengan penjelasan Kepsek SDN 02 Kecamatan Sei Melayu Rayak Belum lama ini, Tim media lanjut komfirmasi kepada Kasi Sarana dan Pasarana ( SAPRAS) Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Kostansius menerangkan.

“Untuk pembangunan Rehabilitasi dan Renovasi yang Telah di Anggaran melalui APBN 2019 pada saat pekerjaan dimulai saya belum menjabat sebagai Kasi Sapras, waktu itu masih di Jabat oleh Nazarudin. Persoalan pembahasan in, saya sudah mendengar dan mendapatkan informasi langsung dari Kepsek Sekolah Dasar 02 Sei Melayu, tetapi kita juga belum menerima kejelasan dikarenakan kapasitas kita tidak dilibatkan mengenai proyek pembangunan sekolah yang di Anggaran PUTR APBN 2019,” terangnya saat di temui di Ruang kerjanya.

Lebih lanjut dikatakan untuk lebih terangnya informasi tersebut di arahkan ke pada PPK provinsi, Karena menurut mantan KASI SAPRAS Semasa beliau menjabat. “Tidak mengatahui pembangunan SDN 02 Sei Melayu Rayak yang menggunakan anggaran APBN, papar beliau pada awak media Senin (13/01/2020).

Lanjut,Pak Nazarudin memberikan keterangan kepada awak media di ruangan kerjanya, beliau juga sangat menyayangkan pendapat Kepala sekolah mengenai penilaian pembangunan SD 02 Sei Melayu sangat berlebihan mengingat dalam hal ini beliau bukan seorang Tenaga ahli Teknis yang membidangi masalah perkerjaan tersebut dan terlebih pembangunan ini belum selesai dan belum diadakan penilaian dari dinas terkait,namun beliau sudah sangat berani memberikan keterangan tersebut, inilah yg sangat kita sayangkan mengenai pendapat Kepala sekolah SDN 02 Sei Melayu, papar Nazarudin dengan jelas pada awak media.

 

 

Reporter : Roy/Ridwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *