Video mesum diduga Bupati Simeulue kembali beredar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue – Video Mesum dengan peran utamanya diduga Bupati Simeulue kembali beredar di Group HIMAS Nusantara. Group tersebut merupakan group terhormat dan beranggotakan Tokoh Masyarakat Simeulue di Jakarta. Minggu (12/1/2020).

Video tersebut diupload oleh akun Whatsapp atas nama Rabi Syakhir yang merupakan Anggota Group Himas Nusantara, pada pukul 22.50 WIB.

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simeulue, Rahmad, dalam cuitannya di Media Sosial, mengutuk keras atas sikap Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK) Simeulue yang terkesan membela Bupati.

“Sikap DPC PDIP Simeulue jelas dan tegas, DPC PDI Perjuangan Simeulue menyesalkan dan mengutuk sikap DPRK Simeulue yang mendukung video dan perbuatan Mesum/Amoral Bupati Simeulue. Jakarta, 12 Januari 2020,” tegas Rahmad

Kadri Amin yang turut dimintai keterangannya oleh awak Media mengatakan, bahwa terkait putusan di Mahkamah Agung dan Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN) di Banda Aceh itu lebih kepada mekanisme hukum di DPRK.

“Yang mereka gugat ke PTUN itu terkait mekanisme di DPRK bukan pembuktian video mesum,” ujar Kadri

Menurut Kadri, saat ini harusnya DPRK mengevaluasi terkait proses Panitia Khusus (Pansus) sebelumnya dan bisa membentuk Pansus jilid II.

Kadri menambahkan bahwa Mahkamah Agung sudah pernah meminta DPRK Simeulue agar memproses sesuai pasal 80. Namun hingga kini belum dibahas oleh DPRK yang baru.

“Jika itu dibahas kembali oleh DPRK, perkara tersebut bisa dilakukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA. Tapi saya ragu itu akan dibahas karena Ketua DPRK nya dari Partai PBB,” Katanya

Dia melanjutkan, terkait video mesum yang diduga pelakunya Bupati Simeulue, Erli Hasim, belum ada kepastian hukum apakah akan diterapkan hukuman cambuk sesuai Qanun Syariat Islam atau tidak.

Sejak dilaporkan Kadri Amin, tanggal 18 September 2019, ke Polisi Wilayahtul Hisbah (Pol WH) Aceh, mengenai Video Mesum tersebut yang diduga pelaku utamanya Bupati Simeulue, hingga saat ini laporan tersebut terkesan diabaikan oleh Polisi Wilayahtul Hisbah (Pol WH) Aceh.

“Saya tidak mengerti itu, apakah mereka mau menegakkan Syariat Islam atau tidak, karena video itu diakui sama Erli Hasim dia bilang itu istrinya dan dimuat di Media. Harusnya WH memanggil Erli Hasim beserta istrinya (Suryani) dan wanita dalam Video itu tinggal dipertemukan saja mereka,” tutup Kadri

 

 

Reporter : Hendra M

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *