Satu dari Enam Mobil Triton yang diduga bodong dibawa ke Kabupaten Nduga

by -78 views

MITRAPOL.com, Timika – Satu dari enam unit mobil baru Jenis Mitsubishi Triton yang ditemukan tanpa pemilik pada Minggu, (22/12/19) lalu, telah diambil oleh anggota Polres mimika dan dinyatakan telah diterbangkan ke Kabupaten Nduga, Papua.

Pengiriman mobil yang sebelumnya diduga kendaraan bodong itu lantaran Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nduga, Papua beserta salah satu Staffnya telah mendatangi dan menyerahkan surat-surat kendaraan mobil tersebut berupa, Fotocopy Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), dan fotocopy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama Bappelitbangda Kabupaten Nduga.

Dokumen kepemilikan kendaraan itu diberikan kepada Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. M Burhanudin Yusuf Hanafi, yang dimana menyatakan bahwa kendaraan tersebut menjelaskan kepemilikannya yakni Bappelitbangda Kab.Nduga

Bappelitbangda merupakan salah satu bidang pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintahan Kabupaten Nduga, Papua.

Berdasarkan pengakuan dan disertai lampiran surat kepemilikan kendaraan tersebut, Kepolisian Polres Mimika bersama Kepala Bappeda Nduga mendatangi Kantor Desa Nawaripi, Mimika, Kamis, (10/01) lalu, selanjutnya menemui kades Nawaripi, Norman Ditubun untuk mengambil kunci gudang penyimpanan mobil.

Kepala Desa Nawaripi, Norman Ditubun kepada Mitrapol, Selasa, (14/01) mengatakan bahwa dirinya dengan tergesa-gesa menyerahkan kunci karena satu mobil hendak mau dikirim ke Nduga.

“Mereka langsung paksakan ambil kunci karena katanya pesawat sedang menunggu di bandara untuk dibawa ke nduga jadi tergesa-gesa,” ujar Norman.

Norman menambahkan,”Saya saat itu bingung karena gudang itu masih dililit garis Police Line oleh Satuan Reskrim Polres, ditambah lagi dengan ditelpon oleh Pak. Kasat Reskrim katanya suratnya lengkap semua jadi saya lepas, padahal saya mau tahu dan lihat langsung itu suratnya,” kata Kades Nawaripi.

Ditempat yang sama salah satu advokat yakni Valentinus Ulahaijanan, SH menambahkan, dirinya siap gandeng Norman Ditubun untuk mengawal keberadaan mobil-mobil tersebut hingga terang benderang.

Pasalnya, ia menduga ada oknum tertentu yang hendak menjadikan mobil-mobil ini sebagai lahan bisnis untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok yang berujung merugikan negara.

“Informasi yang kami terima dilapangan, mereka (oknum) diduga telah menjual mobil Triton ini sudah berjalan lama dan baru diketahui sekarang,” ujar Valentinus.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. M Burhanudin Yusuf Hanafi

Bahkan pria yang biasa disapa Valen Kei ini menyebut, “Berdasarkan informasi yang ditelusuri, Mobil Jenis Triton itu bukan hanya berjumlah enam mobil, akan tetapi diduga kuat mencapai puluhan mobil dan sebagian sudah terjual,” ujarnya.

“Mereka melakukan pengiriman ke Nduga saat kasus ini baru diungkap oleh Kades Nawaripi, kami menduga kuat ada permainan dibalik ini semua, kalaupun mobil tersebut milik Pemkab Nduga, maka dirinya menduga kuat ada oknum pejabat terkait telah menyalah gunaan kewenangan atau jabatanya untuk pembelian mobil itu karena sudah lama disimpan di lokasi pinggiran kampung Nawaripi dan tanpa menggunakan nomor polisi,” beber Valen.

Dirinya menambahkan, jika pihak terkait ingin mengambil mobil yang tersisa untuk dilakukan pengiriman lagi, maka harus menunjukan keabsahan surat-surat mobil dan surat pengiriman barang.

“Kami minta kepolisian dan kejaksaan menelusuri kasus ini hingga tuntas karena kasus ini adalah kepentingan umum dalam hal penyelamatan keuangan negara, jangan hanya dilihat dari sisi keabsahan surat-suratnya tetapi dilihat juga dengan penggunaaan anggaran dari Pengadaan mobil tersebut,” pintanya.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. M Burhanudin Yusuf Hanafi mengatakan bahwa mobil Triton tersebut milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga.

“Ada surat-suratnya, diantaranya Fotocopy Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), dan fotocopy Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama Bapelitbangda Kabupaten Nduga, saya juga sudah mengecek langsung melalui web dan benar adanya milik Pemkab Nduga,” beber AKP. Hanafi

Dirinya menyebut pemiliknya sudah bertemu langsung dan menyerahkan dokumen kepemilikan di ruanganya pada kamis, (9/1), bahkan petugas serta pihak terkait meminta agar mobil tersebut dibawa sekaligus ke Kabupaten Nduga.

Valentinus Ulahaijanan, SH

Namun dirinya hanya mengizinkan pengiriman secara berangsur-angsur.

“Saya sudah koordinasikan dengan Pak Kapolres. Dan mengijinkan kendaraan untuk dibawa, namun tidak semua bisa dibawa, tapi satu persatu,” ujarnya.

Mereka sudah sewa Helikopter untuk angkut. Dan hari ini sudah dibawa satu unit, terangnya.

Sementara terkait dengan keberadaan mobil di Timika yang cukup lama itu, Kasat Reskrim menyebut, sesuai pengakuan karena kondisi keamanan di Nduga belum stabil, sehingga belum bisa dibawa kesana, dan baru hari ini (Kamis) kendaraan tersebut dibawa.

“Dari keterangan mereka, mobil-mobil ini belum dibawa ke Nduga karena kondisi keamanan. Dan mungkin sekarang ini sudah kondusif, sehingga bisa dibawa,” ujarnya.

Menanggapi permintaan untuk dilakukan penelusuran mobil tersebut, AKP. Hanafi menyebut itu adalah domain dari polres setempat, kami (Polres Mimika) hanya bisa mengamankan dan melanjutkan mobil ini bisa sampai ke pemiliknya, namun tetap melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak terkait juga,” tutup Kasat Reskrim.

Mobil baru Double Cabin itu ditemukan oleh Kepala Desa Nawaripi dan selanjutnya menginformasikan ke Polres Mimika pada Minggu 22 Desember 2019 lalu.

Satuan Reskrim Polres Mimika kemudian memasang garis polisi di lokasi yang diduga dihuni mobil bodong yang terparkir di halaman rumah/gudang milik Hj. Rani yang juga pemilik Surabaya Motor Timika.

Mobil yang belum memiliki nomor polisi itu terdiri dari 4 unit warna silver dan 2 unit warna hitam.

Hingga kini masih tersisa 5 Mobil lagi yang berada di gudang yang berlokasi di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

 

 

Reporter : AQM

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *