SWPB sambangi Posko FPI serahkan logistik untuk korban bencana

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bogor – SWPB Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan para Guru Bimbel kecamatan Cibungbulang memberikan bantuan kepada para korban musibah bencana alam longsor di Kampung Bannar Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Minggu (12/1/2020).

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kita semua kami komunitas SWPB bersama Guru Bimbel Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai, obat-obatan dan keperluan lainnya yg sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana.

Ketua Komunitas SWPB Kang Uz mengatakan, pemberian bantuan berupa makanan dan kebutuhan lainnya tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan membantu para korban bencana banjir dan longsor di Desa tersebut,” jelas Uz.

Menurutnya, pemberian bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dan rasa empati Komunitas SWPB dengan Bimba Kabupaten Bogor, kepada masyarakat yang terdampak musibah bencana alam. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bagi para korban banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua Koordinator lapangam Ustad Jalal Ranting DPC FPI Pamijahan Kabupaten Bogor, menuturkan, bantuan tersebut disalurkan langsung kepada para korban bencana alam longsor Kampung Bannar Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

“Ini kami lakukan untuk meringankan beban saudara kita yang terkena musibah. Bukti kepeduliannya kita harus peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling. Mudah-mudahan apa yang kita berikan bisa bermanfaat untuk mereka,” ucap Jalal.

“Di tengah situasi bencana dan longsor yang melanda saudara-saudara kita menyadarkan kami akan pentingnya rasa empati dan persaudaraan. Kami tergerak untuk saling bahu-membahu meringankan beban saudara-saudara kita semua yang terdampak banjir dan longsor di Bogor,” ungkap Jalal

“Sampai sekarang pengiriman logistik belum maksimal. Kita lakukan dengan cara dipikul dan jalan kaki,” kata Jalal yang juga turut menjadi relawan bencana.

Selain itu, tim juga harus menyusuri hutan dan melewati bukit yang longsor. Bahkan untuk bisa mencapai beberapa kampung, kami harus melintasi jembatan darurat yang dibuat oleh warga dan Laskar FPI setelah jembatan utama di wilayah itu hanyut terbawa arus Sungai Cikeusal, ucap Jalal.

Irsan Subhana Selaku Pembina Komunitas SWPB menuturkan Saat ini, kondisi mereka sangat memprihatinkan, terutama di kampung-kampung yang masih sulit dijangkau akibat akses jalan tertutup longsor. Warga sangat membutuhkan lampu penerangan, selimut, alas tidur, kebutuhan makan dan minum terutama perlengkapan bayi,” kata Irsan

“Sejak bencana longsor, desa kami gulap gulita. Tiang-tiang listrik banyak roboh,” kata Redaya yang sudah menyisir ke beberapa lokasi bencana longsor di kampung Bannar Desa Harkatjaya.

 

 

Reporter : Guntur

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *