Layanan UPT Disdukcapil tidak maksimal, Sekcam Pakuhaji: Harus tiru Banyuwangi

  • Whatsapp
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pakuhaji, Yandri Permana

MITRAPOL.com, Tangerang – Menanggapi keluhan warga Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, terkait pelayanan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP yang dinilai belum maksimal, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pakuhaji, Yandri Permana menjelaskan bahwa hal itu disebabkan banyak faktor.

“Semenjak dibentuknya UPT Disdukcapil di Kecamatan Pakuhaji masyarakat belum merasakan secara maksimal, diantaranya pihak kecamatan tidak bisa mencetak langsung suket(surat keterangan)apalagi E-KTP dikarenakan harus menunggu petugas dari disdukcapil datang dan tidak jelas waktu datangnya,” jelasnya saat ditemui Mitrapol di ruang kerjanya, Rabu, (15/1/2020).

Muat Lebih

Yandri menambahkan, ”Kita tidak bisa mengatur orang tersebut karena masih di bawah perintah kerja Disduk capil. memang kurang maksimal kalau sistemnya masih seperti itu.”

Yandri juga menceritakan pengalamannya saat kunjungan ke Banyuwangi.

“Saya pernah studi tiru di daerah Banyuwangi Jawa Timur, yang seharusnya kita meniru sistem kerja di sana. Di Banyuwangi, proses untuk data kependudukan cukup awal dari desa, di desa tersebut tersedia seperti mesin anjungan, kita akan membuat apa nanti secara otomatis mesin tersebut mengeluarkan berkas sesuai dengan pilihan kita tadi, lalu diserahkan ke petugas desa ditanda tangani dan nanti akan di lanjutkan ke dinas terkait,” paparnya.

Lanjut dia, “Setelah semua diselesaikan maka berkas tersebut akan kembali ke desa, dari desa nanti akan ditawarkan apakah mau di ambil sendiri atau di antar oleh kurir desa.”

Dirinya pun berharap pelayanan seperti itu kalau diterapkan di wilayahnya bisa maksimal.

Menanggapi permasalahan e-KTP tersebut Hermanto salah satu aktivis pantura mengatakan, “Menurut saya Disdukcapil terkesan belum belum percaya dengan petugas yang ada di kecamatan, sehingga masih menggunakan orang /petugas dari dinas catatan sipil,” tuturnya.

Menurut dia, “ini masalahnya kalaupun harus menggunakan orang dinas baiknya aturan kerja harus di bawah perintah camat setempat. masuk kerja dan pulang kerja mengikuti aturan camat setempat. Jadi ga ada lagi alasan percetakan suket tidak bisa karena petugas dari dinasnya belum datang.”

”Sekarang kan yang terjadi kita menunggu petugas yang datangnya tidak pasti, masyarakat juga bingung disuruh nunggu, ngga taunya ngga dateng, giliran kita pulang petugasnya dateng harus ada kepastianlah biar pelayanan betul betul maksimal,” pungkasnya.

(Arsyad)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *