Penutupan UKW PWI Jaya Angkatan 45, Mitrapol cetak lagi wartawan kompeten

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Penutupan UKW (Uji Kompetensi Wartawan) PWI Provinsi Jakarta Angkatan 45 resmi ditutup.  Acara ditutup oleh Dewan Tim Penguji Kamsul Hasan bersama penguji lainnya, Kamis (16/01/20).

UKW dilaksanakan selama dua hari dimulai sejak tanggal 15 – 16 Januari  2020 diikuti sebanyak 22 peserta terdiri 18 tingkat Muda dan 4 tingkat Utama.

Tentunya pelaksanaan UKW ini membawa cerita tersendiri bagi para pesertanya.

Salahsatunya wartawan media cetak dan online Mitrapol Biro Kota Metro Lampung, Muktaridi yang mengatakan bahwa kegiatan UKW adalah bentuk pelatihan bagi wartawan menurut tingkatannya agar lebih memahami aturan KEJ dan PPRA.

“Untuk ikut UKW ini saja, saya harus menunggu selama enam bulan dengan menyiapkan berbagai persyaratan. Keinginan seluruh wartawan yang ikut UKW pastilah lulus/kompeten, namun para asesor atau penguji mengetahui mana wartawan kompeten atau belum.

Banyak pelajaran yang kita dapatkan dalam mengikuti UKW yaitu mengenai aturan penulisan, menerapkan 5W dan 1H sesuai KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan PPRA (Pedoman Pemberitaan Ramah Anak). Walaupun tugas wartawan dilindungi undang – undang, tetapi tolak ukurnya kita lebih berhati-hati dalam menulis berita agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. Saya berterima kasih kepada redaksi yang telah membantu saya ikut UKW ini dan juga diharapkan rekan-rekan Mitrapol bisa ikut UKW dikemudian hari,” ungkap Muktaridi.

Dalam kesempat ini, Kamsul Hasan selaku tim asesor/penguji dari PWI pusat juga mantan ketua PWI Jakarta dua periode serta Dosen Unv.Trisakti Jakarta mengatakan, bagi peserta UKW yang lulus (kompeten) menjadi beban sangat berat agar bisa menerapkan ilmu yang telah didapat, dan menjalankan tugas sesuai aturan.

“Dari 22 orang peserta UKW angkatan 45 ada 1 yang dinyatakan belum kompeten, saya ucapkan selamat bagi yang tidak kompeten, karena anda tidak menjadi sasaran mahasiswa untuk menjadi narasumber. Bagi yang dinyatakan kompeten hati-hati, anda akan dipilih para mahasiswa sebagai asesor/penguji dilihat dari data online dalam daftar wartawan kompeten didewan pers.

Oleh karena itu bagi yang belum kompeten terus belajar dan ikut kembali enam bulan kedepan jika ada UKW, ungkap Kamsul.

Selain itu Prof. Rajab Ritongga Direktur Kantor Berita ANTARA yang juga menjabat Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, menekankan pentingnya mengikuti UKW serta menyarankan kepada peserta UKW yang lulus/kompeten untuk tidak melakukan pelanggaran dalam menulis berita,

“Mengikuti UKW kita sebagai wartawan membuktikan bahwa anda lulus sebagai wartawan kompeten. Pentingnya atribut ini jika di implementasikan untuk memudahkan kita sebagai wartawan didalam peliputan hingga luar negeri, begitupun sebaliknya wartawan luar negeri. Kedepan polanya akan seperti itu wartawan yang mempunyai kompetensi yang diakui internasional.

Dewan Pers saat ini sudah memberlakukan aturan bagi Pimpinan Redaksi harus wartawan tingkat Utama. Saat ini bagi wartawan yang mau mengikuti UKE harus melalui jenjang Muda, Madya lalu Utama.

Sebelum Tahun 2019 masih bisa memilih tingkatan. Walaupun Muda bisa ikut UKW Utama. Saya harapkan rekan wartawan perlu kehatian-hatian didalam menulis berita. Jangan sampai dikemudian hari bermasalah, sehingga membawa nama media dan lembaga kita. Mudah-mudahan ilmu yang didapat ini bisa berguna,” tutup Ritonga.

 

 

Reporter : Muktaridi

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *