Polisi bongkar sindikat penipuan investasi forex, 4 orang ditangkap

  • Whatsapp

MITRAPOL.com,  Jakarta – Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pada hari Kamis, tanggal 5 Desember 2019 berhasil menangkap pelaku sindikat penipuan dengan menggunakan website yang dimiliki oleh PT. TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA Tbk, berkedudukan di Sulawesi Selatan.

Dalam kasus ini, keempat pelaku yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian diantaranya adalah AW (24), ND (29), SB (32), dan MA (31).

Muat Lebih

Menurut penjelasan para tersangka, mereka membuat dan kemudian digunakan untuk melakukan penipuan terhadap para korbannya dengan cara menawarkan investasi forex dengan iming-iming keuntungan 20% selama 7 hari.

Adapun website yang dimiliki oleh PT. TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA Tbk, menggunakan alamat ww.trimegah.com dan website yang dibuat tersangka dengan mencatut nama PT. TRIMEGAH yaitu www.trimegahforex.com

www.pttrimegahforex.blogspot.com, www.trimegahforex.blogspot.com www.trimegahforex.id, www.trimegahforex.net, dan www.trimegahforex.co.id

Dalam penjelasannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan para pelaku sengaja memalsukan website PT Trimegah Sekuritas Indonesia TBK untuk melakukan penipuan dengan cara menawarkan investasi forex kepada para korbannya.

“Para korbannya ditipu dengan menawarkan investasi forex, dengan iming-iming mendapat keuntungan sebesar 20 persen dalam 7 hari investasi,” kata Yusri Yunus di depan Gedung Krimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jum’at, (17/1/2020).

Yusri Yunus menambahkan, dalam aksi menipu para korbannya, keempat pelaku telah meraup keuntungan sebesar Rp 80 juta.

“Sejauh ini dari sudah ada enam orang tertipu website palsu itu. Keuntungan yang diraup para tersangka sebanyak Rp 80 juta,” kata Yusri.

Korban dalam kasus investasi bodong melalui website PT Trimegah Sekuritas Indonesia TBK palsu yang dibuat para tersangka ini telah berjumlah enam orang.

Barang bukti yang dapat diamankan dalam pengungkapan kasus ini diantaranya sebuah HP Samsung Note 9, sejumlah kartu ATM digunakan untuk menampung uang para korbannya, dan juga sebuah laptop serta sejumlah alat elektronik lainnya.

Atas perbuatannya, keempat pelaku akan disangkakan dengan pasal 28 ayat (1) Jo pasal 45 A ayat 1 UU nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *