Sidang kasus suap, ini peranan Isa Ansyari terkait perjalanan dinas Eldin ke Jepang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara suap Walikota Medan Dzulmi Edin, atas nama terdakwa Isa Ansyari, Kadis PU kota Medan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/1/2020) dengan agenda pemeriksaan 12 saksi.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Abdul Azis, terdakwa Isa Ansyari didampingi Penasehat Hukum (PH) DR Adi Mansar SH, MH dkk, terlihat tekun mendengar uraian 12 saksi, terutama saksi  Samsul Fitri yang menjabat Kasubag Protokoler Pemko Medan.

Muat Lebih

Terkait perkara ini, peranan saksi Samsul Fitri (tersangka kasus yang sama) dan Andika Suhartono sangat dominan. Setiap Eldin perlu uang untuk operasional yang tidak ditampung di APBD, maka Samsul beraksi menghubungi para kadis.

Makanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dimotori Iskandar M banyak mencecar saksi Samsul, bahkan rekaman percakapan hasil penyadapan juga diperdengarkan untuk memperkuat pembuktian.

Sidang yang berlangsung cukup panjang. Soalnya, saksi yang diperiksa sebanyak 12 orang, tiga diantaranya menjabat Kadis Pemko Medan antara lain, Iswar S. Lubis Kadis Perhubungan, Suherman Kadispenda dan Emilia Lubis Kadis Ketahanan Pangan.

Selengkapnya 12 saksi yang dimintai keterangannya, Samsul Fitri, Andika Suhartono, M.Aidil Putra Pratama, Gultom Ridwan Parlin, Iswar S. Lubis,  Suherman, M Arbi Utama, Eghi Devara Arefa, MHD. Taufiq Rizal, Wahyudi, M. Amandasyah Putra BB dan Emilia Lubis.

Keterangan yang terhubung dengan peranan terdakwa Isa Ansyari  adalah keterangan Samsul Fitri dan Andika. Sesuai dengan perintah Samsul, saksi Andika dua kali mengambil uang ke rumah Isa Ansyari.

Sebelum walikota dan rombongan berangkat ke Jepang, Andika menarik uang Rp 200juta, sedang sesudah balik dari Jepang, Andika menarik uang sebesar Rp 150juta.

Nah, saat menarik uang kedua itulah Andika kena OTT KPK . Namun menurut Andika, karena gugup muncul petugas KPK, Andika membuang uang Rp 150 juta itu di seputaran alamat Isa Ansyari jalan STM Medan.

Sesuai dakwaan, Mantan Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Medan, Isa Ansyari (47), terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terkait dengan pemberian suap kepada Walikota Medan.

Menurut KPK, beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, telah memberi  sesuatu berupa uang.

Diantaranya sebesar Rp20 juta sebanyak 4 kali, total Rp80 juta.Lalu sebesar Rp200 juta dan sebesar Rp 50 juta, jumlah seluruhnya sebesar Rp 530 juta. Uang itu diserahkan  kepada Walikota. Terdakwa Isa melakukan aksinya bersama-sama dengan Samsul Fitri selaku Kasubag Protokoler Pemko Medan.

Kasus bermula tanggal 6 Februari 2019. Selaku Kadis PU mengelola anggaran fisik senilai Rp420 miliar. Terdakwa mulai mendapatkan pemasukan uang di luar penghasilan yang sah.

Selanjutnya terdakwa, agar dianggap loyal kepada walikota, ikut membiayai kegiatan operasional Eldin dengan menggunakan uang yang diperolehnya secara tidak sah itu.

Maret 2019 Samsul Fitri (orang kepercayaan Dzulmi Eldin)  menemui terdakwa di Hotel Aston Medan dan meminta bantuan uang untuk biaya operasional walikota yang tidak ditampung APBD.

Sebagai bentuk loyalitas terdakwa menyanggupinya, sehingga ketika Samsul Fitri menyampaikan adanya kebutuhan operasional Walikota, terdakwa menyerahkan uang kepada Eldin melalui Samsul Fitri. (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *