Viktus: Airlangga nodai komitmen dan semangat rekonsiliasi dalam penyusunan pengurus Golkar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Untuk merespon situasi partai golkar pasca pengumuman komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar periode di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Para kader-kader partai Golkar yang tergabung dalam Tim9 Bamsoet kembali berkumpul untuk melakukan perlawanan melawan dusta politik yang dilakukan oleh rezim Airlangga Hartarto serta untuk menyelamatkan keutuhan Partai Golkar, mereka menamakan Tim9 kader Partai Golkar.

Muat Lebih

Viktus yang merupakan juru bicara dari Tim9 dari kader partai Golkar menyampaikan bahwa tim ini terbentuk karena adanya sebab dan akibat terhadap sikap yang dikeluarkan oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, terhadap ketidakberesan dalam penyusunan komposisi kepengurusan dari DPP Partai Golkar hasil munas 2019.

“Sikap Ketua Umum Partai Golkar sungguh sangat disesalkan dimana Airlangga Hartarto dan rezim politiknya telah melakukan dusta politik, atau kemunafikan politik, dengan hanya memasukkan empat orang dari hampir 100 orang tim inti pendukung Bamsoet,” ujar jubir Tim9, Viktus Murin, di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

“Ini respon kami terhadap ketidakberesan dalam penyusunan komposisi pengurus DPP Partai Golkar hasil munas X pada 2019 kemaren,” lanjut Viktus.

Menurutnya Vitus dalam menyusun komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2019-2024 Airlangga dan rezimnya politiknya tidak mencerminkan komitmen dan semangat rekonsiliasi dalam penyusunan pengurus, Dimana Airlangga telah berjanji akan mengakomodir semua pendukung Bamsoet saat detik-detik sebelum pelaksanaan pembukaan acara Munas X pada tanggal 3 Desember 2019.

“Komitmen rekonsiliasi itu diantaranya adalah mengakomodir semua pendukung Bamsoet dalam kepengurusan DPP Partai Golkar. Inkonsistensi politik Airlangga Hartarto ini dengan demikian kami pandang telah mencemarkan kewibawaan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie dan citra Menko Luhut Binsar Pandjaitan,” ujar Viktus.

Viktus menambahkan, rezim Airlangga telah merusak kebersamaan Golkar. Alasannya, kader-kader organisasi pendiri Golkar yakni SOKSI, Kosgoro dan MKGR dianggapnya dan tidak diakomodir terlihat dalam susunan kepengurusan DPP Golkar 2019-2024.

“Dimana kader-kader dari SOKSI, Kosgoro dan MKGR terakomodir secara merata dan representatif di dalam komposisi kepengurusan DPP. Dan sebaliknya, terkesan kuat, rekrutmen kepengurusan hanya didasarkan pada sentimen perkoncoan dan atau kronisme di antara elite-elite rezim politik Airlangga,” kata Viktus.

Viktus menyarankan supaya Airlangga sebagai Ketua umum dapat memulihkan situasi internal partai yang sedang bergejolak dan cenderung terbelah. Viktus juga mengingatkan untuk para kader dan keluarga Golkar untuk berani mengkritisi ketidakberesan kepengurusan Golkar sekarang ini.

“Sungguh sangat disayangkan, Partai Golkar yang merupakan sebagai aset politik bangsa dalam menjalankan pembangunan nasional, pada akhirnya harus pecah atau terbelah akibat dari kesalahan yang fatal dan berulang-ulang dalam hal tata kelola organisasi,” tutup Viktus.

(BS)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *