Acer kembali gelar Final Predator League 2020 terbesar di Asia Tenggara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Babak final Predator League 2020 yang akan dimulai besok dengan melibatkan 16 tim PUBG dan DOTA 2 terbaik Indonesia dipastikan akan berlangsung seru dan menarik. Ini tahun ketiga Acer menggelar salah satu perlombaan eSport terbesar di Asia Tenggara, yang melibatkan tim eSport dari beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang mengatakan penyaringan awal tim eSport untuk perlombaan ini dilakukan secara online. Dia mengaku, untuk Predator League 2020, ada peningkatan partisipan sebesar 20%, dan datang mulai dari Aceh hingga Papua.

Ini tahun ketiga Acer mengadakan Predator League secara konsisten dari tahun 2017. Ini membuktikan suatu komitmen dari sebuah brand untuk menjadi akselerator bagi industri gaming di Indonesia.

Para gamer mendapat wadah terbaik untuk bertanding, tidak hanya di lokal tapi juga regional,” papar Herbet Ang selaku Presiden Direktur Acer Indonesia, Jumat (17/01/2020)

Selain secara offline, Acer juga mengadakan babak kualifikasi tim melalui sistem online. Dengan online qualifier ini, jumlah peserta jadi lebih banyak karena menjangkau dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur sekalipun.

“Kualifikasi dilakukan secara online. Sehingga kami bisa menjangkau lebih banyak peserta di Indonesia. Total ada lebih dari 500 tim yang melakukan registrasi dari Meulaboh sampai Papua. Atau dari sisi jumlah, terjadi kenaikan sebesar 20 persen dibandingkan dengan Predator League tahun sebelumnya,” ujar Herbet.

Dalam pertandingan ini ada total 16 tim eSport PUBG dan 8 tim eSport DOTA 2 untuk berebut tiket ke Asia Pacific Predator League 2020 yang akan dilakukan di Manila, Filipina Februari mendatang. Beberapa nama besar, seperti Alter Ego, BOOM Esport, dan lainnya yang akan bertanding di ajang tersebut.

Ajang ini pun didukung oleh pemerintah Indonesia, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Diwakili oleh Dirjen IKP Kominfo, Prof. Doktor Widodo Muktio, dia menyatakan dukungan pemerintah terhadap eSport Indonesia.

“Kita ingin melihat Indonesia bukan menjadi negara yang konsumtif, tapi produktif di industri gim Indonesia. Kami juga akan terus membangun infrastruktur agar bibit-bibit atlet eSport di Indonesia bisa mendapatkan panggung,” ungkap Widodo.

Ketua umum Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI), Rob Clinton Kardinal juga mendukung acara ini. Dia menyebut, saat ini adalah saatnya anak Indonesia bersinar di ajang internasional.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan kerja keras yang dilakukan Acer melalui Predator League, selain itu saya ingin melihat anak-anak Indonesia bersinar di ajang internasional,” ujar Rob.

Yang paling menarik adalah para pemenang dari ajang ini tidak hanya mendapatkan total uang Rp200 juta saja. Namun, juara pertama hingga keempat akan mendapatkan beasiswa penuh dari BRI Institute.

Sementara itu untuk pemenang utama dari masing-masing kategori akan mendapatkan kesempatan untuk bersaing dengan finalis dari negara-negara lain di Asia Pacific Predator League 2020,” tegas Herbet Ang.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *