Ormas Perpam desak Polda Banten segera sapu bersih matel

  • Whatsapp
Wakil Ketua Ormas Perpam, Roy Bavik Habiby

MITRAPOL.com, Lebak- Bukan rahasia umum, nama Debt Collector atau Mata Elang (Matel) melekat dibenak masyarakat sebagai profesi yang dianggap cukup meresahkan, hal itu disebabkan oleh cara Oknum (matel-red) kerap bertindak arogan dalam melaksanakan tugas seperti penarikan unit kendaraan secara paksa di tengah jalan dan lainnya.

Tidak jarang perlakuan matel tersebut dapat memicu perhatian warga bahkan kurang-kurang secara spontan bisa memicu reaksi warga untuk melakukan kekerasan.

Seperti yang anggota Ormas Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (Perpam) Alih-alih ingin membantu salah seorang warga yang hendak dirampas kendaraannya. Keempat anggota Ormas justru dilaporkan atas dugaan pengeroyokan terhadap oknum matel.

Seperti dikatakan Wakil Ketua Ormas Perpam, Roy Bavik Habiby kepada awak media, Selasa (21/1/2020).

Kejadian semula didasari rasa simpati terhadap warga yang terlihat ketakutan terintimidasi oleh perlakuan oknum matel, anggota ormas yang tengah ada di tempat kejadianpun merasa terpanggil untuk menolong warga.

“Itu bukan pengeroyokan tapi secara spontan akibat melihat oknum mata elang yang bertindak seperti preman sedang melakukan upaya perampasan kendaraan,” tukasnya.

Atas kejadian tersebut, Jajaran DPP Ormas Perpam memohon agar pihak kepolisian dapat melihat secara luas, mana yang disebut pembelaam dan mana kekersan (Pengeroyokan).

“Kami tidak bermaksud mengintervensi aparat, Supermasi hukum memang harus yang harus dijalankan, namun aparat harus mempelajari secara utuh awal mula kejadian. Menurut pandangan kami ini bukan sebuah tindakan kriminal yang dilakukan saudara kami, melqinkan shok therapy kepada oknum matel. apabila proses hukumnya tetap dioanjut, maka dari semua lapisan Ormas yang ada di banten akan megadakan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Selain itu juga, Roy Bafik Habiby meminta agar pihak Kepolisian Daerah, Polda Banten untuk segera menyapu bersih keberadaan Debt Collektor atau Mata Elang alias matel.

 

(Reporter : Ipong)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *