Kepala SDN 05 Nunukan berharap penyaluran dana BOS tepat waktu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Nunukan, Abdul Wahid mengatakan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Nunukan telah melaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri kurang lebih 500 peserta terkait pengggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2020.

“Ini rapat terbesar yang dilaksanakan dinas Pendidikan yang dihadiri pata kepala sekolah, bendahara dan Pengelola Barang. Saya pikir sangat membantu teman-teman guru yang ditunjuk sebagai bendahara dan kepala sekolah serta pengurus barang ini satu langkah lebih maju dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya tentu dengan adanya kegiatan seperti ini akan mencerahkan teman-teman kepala sekolah dan bendahara untuk mengelola dana BOS untuk tahun 2020,” paparnya, Rabu (22/1/2020).

Abdul Wahid berharap dari rakor ini juga ada beberapa rekomendasi- rekomendasi yang muncul.

Sedangkan registrasi nantinya dan dilaksanakan pada tahun mendatang.

“Pada dasarnya secara umum kami dari kepala sekolah beserta dengan teman-teman bendahara yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan berharap tidak ingin lagi ada keterlambatan maupun Pelaporan hampir semua pelaporan ke dinas pendidikan itu yang kami rembuk 2 hari terakhir ini,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, “Bagaimana kemudian persoalan-persoalan ini tidak terjadi lagi di tahun 2020 beberapa rekomendasi tadi yang harus dilakukan kembali,” ucap Abdul Wahid kepada wartawan.

“Jadi seperti itu lagi yang pertama Dinas Pendidikan, saya melakukan Bimtek dengan teknik berkaitan dengan pelaporan dana BOS itu yang disepakati tadi artinya Dinas Pendidikan sudah menyanggupi itu untuk melakukan bimbingan teknis.”

“Nanti mereka yang ditentukan modelnya seperti apa bentuknya berikutnya karena persoalan sebenarnya keterlambatan adalah disini kita sinyalir bahwa keterlambatannya itu terjadi.”

Selain itu, tambahnya, karena kurangnya waktu kepala sekolah dan bendahara untuk kemudian melaporkan itu karena kita ketahui bersama bahwa kepala sekolah dan guru yang kemudian ditunjuk menjadi bendahara itu adalah memiliki tugas wajib yang mulai dari jam 7 sampai jam 16.45 Jadi pertanyaannya Kapan itu kemudian menyelesaikan laporan dana Bos.

“Ada persoalan waktu di situ tadi juga kita rekomendasikan ada sejenis penyederhanaan laporan jadi model-model laporannya. Itu kita mengusulkan untuk kemudian sedikit disederhanakan agar kemudian tidak terlalu menyita waktu untuk menyelesaikan laporan pengelolaan dana bos,” paparnya.

Menurutnya, dana BOS sudah ada tujuan masing-masing, “tapi apakah mungkin dari pihak kepala sekolah dari Guru bagaimana kedepannya untuk pengelolaan dana BOS reguler agar cepat pencairan barangkali itu menjadi harapan bersama,” tukasnya.

“Kami bersama semua kepal srkolah sekabupaten nunukan beserta bendahara karena harapan kami agar Penyaluran dana Bos itu tepat waktu.”

Kenapa demikian karena kita mengetahui bersama bahwa dari satuan pendidikan atau sekolah itu adalah salah satunya adalah dana Bos di sekolah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada dana Tersebut.

Sehingga kami menyampaikan juga pada saat rakor agar kemudian ini bisa tepat waktu pembayarannya.

tapi saya mendengar bahwa penyalurannya itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Yang mana tahun sebelumnya itu melalui pemerintah daerah provinsi.

pengelolaan Dana Bos yang saat ini pusat langsung sekolah berbentuk harapan kepada pengelola dana BOS dari kepala sekolah tapi mungkin juga kepada sekolah-sekolah yang pengelola yang dianggap telah lamban .

Sehingga tahun 2020 lebih Selektif dan Efektif itu menjadi evaluasi kita bersama baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama kami selaku kepala akan terus mencoba mengevaluasi sekolah-sekolah yang disinyalir selalu terlambat laporannya.

Hal itu menjadi evaluasi Dinas Pendidikan, kemudian nantinya tidak menutup kemungkinan untuk kemudian dalam hal merekomendasikan untuk menjadi mengangkat kepala sekolah dan seterusnya.

Ia menilai, diperlukan komitmennya sebelumnya siap melaporkan tepat waktu.

“Pengelolaan Dana Bos harus akuntabel transparan dan perluh kehati hatian juga butuh pelatihan khusus,” pungkasnya. (Yuspal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *