Polairud Polda Kaltara gagalkan penangkapan ikan ilegal oleh kapal Malaysia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan – Anggota unit Intel air subdit Gakkum Dit Polairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penyelidikan di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Jum’at (24/1/2020).

Tepat pada titik koordinat 4. 07′. 998″LU – 118.07′.286″ BT Unit Intel air laksanakan pemeriksaan terhadap perahu Jongkong TW. 2541/6/F mesin 40 PK yg sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan ilegal di perbatasan wilayah hukum Indonesia.

Dir Polairud Polda Kalimantan Utara Kombes pol Heri Sasongko menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa perahu Jongkong dan Anak buah kapal (abk) berjumlah 5 (lima) orang yang berasal dari Malaysia dengan identitas Sebagai berikut:

(1). Muslim Bin Jarah (juragan/ Nahkoda), Laki-laki umur 62 Tahun, Agama Islam, pekerjaan Nelayan, suku sulud Bajau, Kampung Wakubu Tawau sabah Malaysia.

(2). RAZALI Bin ABD RAHIM (ABK), umur 37 Tahun, Laki-Laki, Agama Islam,pekerjaan Nelayan, suku Suluk Bajau, alamat Kampung Wakubu tawau Sabah Malaysia.

(3). SILIM Bin MULIM (ABK), umur 43 Tahun, Laki-laki, Agama Islam, pekwrjaan Nelayan, Suku Suluk Bajau, Kampung Wakuba tawau Sabah Malaysia.

(4). RIKKO Bin JUMAD (abk), umur 32 Tahun, Laki-laki, Agama Islam, pekerjaan Nelayan,suku Suluk Bajau, Kampung Wakuba tawau Sabah Malaysia.

(5). HAFIS Bin ABDAL (abk), umur 19 Tahun, Laki-laki , Agama Islam, pekerjaan Nelayan, suku Suluk Bajau, Kampung Wakuba tawau Malaysia.

Dari 5 Orang ABK tersebut melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap bubu yang di tebar di perairan Indonesia.

Barang Bukti yang diamankan oleh Polairud Polda Kaltara yakni 1 Unit perahu Jongkong mesin merk Yamaha kekuatan 40 PK, Alat tangkap ikan jenis bubu 1 buah serta ikan campuran berjumlah sekitar 70 kg.

Dari hasil pemeriksaan bahwa anak Buah Kapal (ABK) melakukan penangkapan ikan tanpa memiliki SIUP dan SIPI.

Kronologis kejadian bermula saat anggota unit Intel air Dit Polairud Polda kaltara melaksanakan penyelidikan di perairan sebatik dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal Jongkong nomor Lambung Kapal TW. 2541/6/F yang sedang melakukan penangkapan ikan di perairan sebatik wilayah hukum indonesia dengan menggunakan Bubu jumlah bubu yg digunakan sebanyak 25 buah.

Dari pengakuan tersangka bahwa satu bubu itu bisa mengamankan 70 kilo sampai 1 Ton ikan lebih para ketimbang Pukat harimau dilarang menurut Undang perikanan dan kelautan .

Namun hanya 1 buah yang didapat diangkat dan dibawah untuk diamankan karena kesulitan dalam evakuasi Barang Bukti (BB) dari hasil pemeriksaan bahwa kapal dan ABK perahu Jongkong tersebut berasal dari malaysia.

Saat dilakukan pemeriksaan kapal tersebut sama sekali dan tidak memiliki surat ijin operasional untuk melakukan penangkapan Ikan ( SIUP ) dan surat ijin penangkapan ikan (SIPI).

Tindakan yang diambil mengamankan 5 orang ABK dan barang bukti kemudian ABK dan BB di bawah menuju ke pos polair res Nunukan di sebatik untuk proses hukum sesuai dengan pelanggarannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *