Soal penunjukan kontraktor proyek SMKN 1 Cikulur, PPTK dan KCD Saling bantah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – PPTK Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikulur, saling bantah dengan pihak Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak.

Bantahan tersebut ikhwal penunjukan rekanan pelaksana Proyek yang menggarap pemeliharaan lapangan olah raga dan parkir di Sekolah Negeri  tersebut.

Bantahan kedua pihak (PPTK – KCD) lantaran hasil pekerjaan kontraktor diduga asal-asalan (jelek)

Untuk di ketahui, SMKN 1 Cikulur telah mengalokasikan anggaran fisik sebesear 92 Juta lebih dari dana BOSDA Tahun 2019 untuk Pemeliharaan lapangan Olahraga sekaligus parkir kendaraan dan dikerjakan oleh pihak kontraktor. Namun cukup disanyangkan, bangunan yang baru kelar digarap bulan Desember lalu nampak jelek bahkan sudah rusak di beberapa bagian fisik bangunan (Rabat Beton-Red).

Tidak sampai disitu, Penelusuran mitrapol.com dari lokasi Proyek di SMKN 1 Cikulur pada Selasa, 21/1 coba menggali keterangan, Namun Kepala Sekolah (Kepsek) tidak ada ditempat. Namun Guru kurikulum dan bagian administrasi bersedia sedikit menjelaskan

“Kepsek sedang diluar mengurus keperluan persiapan pensiun”,Ujar Farid Wakil Kepala Sekolah

Namun dirinya mengaku tidak bisa banyak menerangkan soal proyek tersebut karena Papan informasinya tidak pernah di pasang dilokasi, sehingga tidak tahu nama perusahaan, namun Farid yang didampingi oleh Guru kurikulum dan bagian administrasi mengatakan bahwa Kontraktor tersebut adalah tunjukan dari pihak KCD.

“Tidak dipasang Papan informasi jadi kami tidak tahu nama perusahaannya, tapi yang suka nongkrong disitu H.Matin,” paparnya.

Ditempat terpisah, Jajang selaku Kepala Sekolah (Kepsek) juga membenarkan soal papan informasi itu tidak terpampang dilokasi dan membenarkan bahwa Kotraktor tersebut tunjukan pihak KCD Provinsi Banten Wilayah Lebak.

“Pihak Sekolah hanya menerima hasil pekerjaan,” ujarnya

Ironisnya, Suparjo dibagian Administrasi Sekolah tersebut juga mengaku hanya tau nilai anggaran namum tidak tahu nama perusahaan yang mengerjakan

Suparjo menjelaskan, PPTK adalah Kepala Sekolah pada waktu itu pihak kesulitan untuk menunjuk perusahaan (Rekanan).

”PPTK dalam hal ini sekolah mengirimkan Nota Dinas ke KCD agar menunjuk siapa yang mengerjakan proyek tersebut,” terangnya.

Disebut sebagai pihak yang menunjuk Perusahaan, Salah satu Staf di KCD Lebak, Nana membantah tudingan tersebut.

“Jangan bertanya ke Guru sekolah sebab PPTKnya Kepala Sekolah. Penunjukan Kontraktor itu sepenuhnya kewenangan PPTK, nanti bisa saya tegur itu guru,” tukasnya.

Namun demikian, Pernyataan guru tersebut tidak serta merta memberikan keterangan kepada awak media, penjelasan Guru telah diperkuat oleh Kepala Sekolah dalam hal ini PPTK yang dimaksud Nana, Jajang, Kepala Sekolah membenarkan bahwa penunjukan Kontraktor adalah dari pihak KCD.

Nana juga mengaku akan mencari Kontraktor dan akan meminta pekerjaan yang sudah rusak untuk segera diperbaiki selagi ada waktu pemeliharaan bangunan.

Hingga berita ini dipublikasian, belum muncul nama perusahaan yang mengerjakan proyek, kedua pihak PPTK dan KCD justru saling bantah hingga terkesan menutupi sesuatu sehingga menarik untuk terus dikorek kebenarannya. Ada apa di Proyek tersebut ?

(Reporter : Ubay pol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *