5.009 jaringan gas akan beroperasi di Kabupaten Wajo tahun ini

  • Whatsapp
Kepala Bappeda Andi Pallawarukka

MITRAPOL.com, Wajo – Penambahan jaringan gas (jargas) di tahun 2019, ini merupakan kelanjutan dari program yang sama dari tahun 2011 karena Kabupaten Wajo memang merupakan salah satu kota dari lima kota di Indonesia yang diprogramkan mendapatkan bantuan proyek City Gas dari pemerintah pusat.

Program jargas ini kemudian terhenti karena ada masalah hukum pada Agustus 2014 yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tekait adanya dugaan korupsi dalam proyek Migas yang menggunakan anggaran sebesar Rp 40 miliar.

Bacaan Lainnya

Saat itu, Kementerian ESDM menilai bahwa Wajo tidak kondusif untuk menjadi lokasi pemasangan Jargas.

Barulah pada tahun 2018, Amran Mahmud yang waktu itu belum dilantik sebagai Bupati, memberikan jaminan kepada Direktur Perencanaan Kementerian ESDM bahwa jika beliau sudah menjadi Bupati, beliau akan menjamin keamanan pelaksanaan proyek tersebut, sehingga Direktur Perencanaan H. Alimuddin Baso memberikan kuota pemasangan 2000 SR jargas, dan insyaallah, karena suksesnya pelaksanaan tahun 2019, pada tahun 2020 ini, akan ada penambahan jargas sekitar 5.000 sambungan lagi.

Kepala Bappeda Andi Pallawarukka ketika dihubungi menyayangkan adanya berita yg seakan ingin mengadu domba anggota legislator pusat dengan pemerintah kabupaten Wajo, padahal Bupati Wajo sangat mengapresiasi semua pihak yg telah membantu masyarakat kabupaten Wajo. Hal itu disampaikan berkali-kali dalam acara peresmian Gas In beberapa waktu lalu. Bahkan beliau siap bersinergi dengan siapa saja dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Wajo, termasuk kepada semua legislator yg turut andil dalam memberikan dukungan kepada pemerintah kabupaten Wajo.

Lebih lanjut kepala Bappelitbangda mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk membantu mengawal program ini, termasuk mengedukasi masyarakat untuk membayar tepat waktu, begitu pula mengarahkan masyarakat membayar di tempat yang benar, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tdk diinginkan, yang bisa berakibat terhentinya kembali proyek ini. Jika kita semua mendukung, insya Allah seluruh masyarakat Kab Wajo bisa menikmati jargas.

Apa yang sudah dinikmati masyarakat Wajo termasuk jargas ini, tidak dipolitisasi oleh oknum-oknum yg tidak bertanggung jawab karena isu-isu atau sikap a priori yang mengadu domba tanpa didasari fakta seperti itu hanya akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Bicaralah dengan data dan fakta, silakan kritis, tetapi tetap konstruktif, tutup kepala Bappelitbangda Kab. Wajo

(Reporter: Andhy )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *