Proyek lucu ! PPTK, KCD lupa dan tidak tahu nama CV. Kontraktor proyek di SMKN 1 Cikulur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Sejumlah kegiatan proyek BOSDa di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak kini menjadi sorotan, salahsatunya skema perencanaan pada alokasi fisik dari anggaran BOSda yang dilaksanakan pihak sekolah SMK Negeri, pasalnya, dalam perencanaan terdapat skema dan mekanisme yang dinilai belum berjalan dengan maksimal (matang)

Seperti dikatakan salahsatu sumber yang tidak bersedia ditulis nama pada Selasa, (21/1). menurut dia, dalam skema perencanaan pembangunan terdapat penetapan garis-garis besar rencana kegiatan proyek itu sendiri. Sepertihalnya melakukan Rekruitment Konsultan yang berpungsi untuk menterjemahkan kebutuhan pelaksanaan,TOR, survey, feasibility study kelayakan proyek, pemilihan design, schematic design, program dan budget financing.

Dalam Penjabaran ini adalah tahapan dalam pengelolaan, Briefing, studi, Evalusi dan program yang mencakup teknis ekonomis lingkungan dan sebagainya

Apabila skema terlaksana maka akan diperoleh laporan hasil survey, hasil studi kelayakan, Program dan budget, Term of reference (master plan)

Lebih lanjut, seorang sumber juga mengatakan bahwa proyek fisik anggaran BOSDa dilingkup KCD Lebak, Hampir semua proyek fisik bangunan tanpa pedoman Rancangan Anggaran Belanja (RAB), benarkah?

“Hampir semua dilaksanakan tanpa ada RAB,” ungkapnya

Jika benar maka tidak heran apabila ada sebuah fisik bangunan yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor secara tidak transparan (Tanpa papan informasi) bahkan diperparah dengan kwalitas buruk.

Seperti proyek pemeliharaan lapangan Olahraga dan bangunan Tembok penahan tanah yang ada di SMKN 1 Cikulur. nampak sebuah bangunan yang baru seumur jagung dan Katanya, Baru kelar dikerjakan bulan Desember 2019 lalu. Konon,Proyek molor waktu ini juga sudah mengalami kerusakan diduga akibat asal-asalan.

Selain itu juga, KCD Lebak digadangkan sebagai pihak yang menunjuk Rekanan (Kontraktor) Tidak jelas ini. Walhasil meski kwalitas pekerjaan terlihat buruk PPTK tidak berdaya untuk memprotes apalagi sampai menolak hasil pekerjaan karena takut disemprot KCD.

Menurut Nana, selaku Staf di Kantor KCD Lebak, dirinya membantah atas tudingan Kepala Sekolah, Guru serta bagian administrasi. menurut Nana,penunjukan kontraktor itu kewenangan PPTK dalam hal ini Jajang, Kepala Sekolah SMKN 1 Cikulur sekaligus sebagai pihak penerima manfaat bangunan tersebut.

Namun Jajang bersikukuh jika dirinya sebagai PPTK tidak pernah menunjuk kontraktor bahkan tidak tahu nama perusahaan itu. Seperti saat di konfirmasi oleh awak media melalui Aplikasi Whats App, Jajang seperti cukup mengirit kuota alias enggan bercerita banyak soal kontraktor tersebut

“Komentarnya ke atasan saya aja, sekolah hanya menerima hasil pekerjaan, ke penyedia juga bisa. biar tau jawabannya kenapa,” kata Jajang.

Ditanya nama perusahaan penyedia jasa kontraktor, Jajang kembali bungkam

“Lupa ! maaf sayanya lagi dijalan,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Nana, selaku staf di KCD Lebak membantah tudingan tersebut, menurut dia, Penunjukan kontraktor adalah kewenangan PPTK. Nana juga mengaku akan mencari tahu nama perusahaan yang mengerjakan proyek di SMKN 1 Cikulur

“Nanti saya cari tahu nama perusahaan dan siapa Direktur utamanya”,Imbuhnya

Sungguh sulit dimengerti dan bahkan terkesan lucu’ jika soal nama perusahaan saja KCD dan PPTK menyatakan tidak tahu.

“Ini proyek lucu, pertama isu disebut ini pekerjaan Ormas Jarum. kita telusuri, lalu disebut sama pihak sekolah nama perusahaan orang lain (CV. Zulfa) ternyata bukan, Papan informasi juga tidak dipasang dilokasi proyek dan sekarang malah pada gak tahu,” tukas Indra Kobok, Anggota Ormas Jarum yang mengaku mendapat tugas dari DPP untuk mencari orang yang menjual nama organisasinya di pekerjaan yang syarat masalah itu.

 

 

Reporter : Ubay pol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *