Terkait Penghapusan Tenaga Honorer, Gubernur Banten Angkat Bicara

  • Whatsapp

Jakarta – Terkait kesepakatan Pemerintah pusat bersama DPR RI yang akan menghapus tenaga honorer dari kepegawaian pemerintahan. Gubernur Banten, Wahidin Halim angkat bicara.

Jumlah honorer di Pemprov Banten yang berjumlah 6.326 orang rencananya akan dipertahankan Wahidin. Ia beralasan para honorer telah lama mengabdi dan membutuhkan nafkan untuk menghidupi keluarganya.

“”Kami punya duit, kami gaji saja. Jangan dipanas-panasin sajalah, bikin resah saja,” kata Wahidin kepada awak media, Kamis (23/1).

Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Banten sendiri merinci ada 8.745 honorer yang bekerja sebagai guru dan 6 ribu lebih honorer atai non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten. Saat ini Pemprov Baten sedang membuat solusi lewat rasionalisasi dan penertiban jabatan.

Wahidin sendiri dengan tegas akan membela para honorer. Ia berpendapat tidak baik jika pemerintah memecat honorer.

“Saya gubernur, saya bela. Mereka sudah lama kerja, terus kami pecar gitu? Nggak lah,” tandasnya.

Menurutnya APBD Banten masih mencukupi untuk membayar upah honorer di lingkungan Pemprov Banten. 18 persen APBD digunakan untuk membayar gaji pegawai. Ia menilai ini sudah mencukupi, termasuk upah honorer.

Kekurangan ASN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *