Dikonfirmasi wartawan, PJ Geusyik Rumoh Rayeek melarikan diri 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – Pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2019 sebesar Rp 700 juta lebih di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara diduga tidak sesuai amanah undang-undang, warga menuding pengelolaan dana desa tidak transparan dan terindikasi korupsi.

Saat ini sudah memasuki akhir bulan Januari Tahun 2020, ada beberapa item kegiatan pekerjaan seperti pembangunan Bak Kulah Air, Perkerasan Jalan, pembangunan Box Cover (Plat Beton) belum di kerjakan serta pengelolaan dana lainnya diduga tidak transparan, tidak ada pemasangan APBG grafik papan informasi sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan plang proyek kegiatan juga tidak dipasang bahkan Dana Desa tahun 2019 di pegang oleh Pj Keuchik, ujar tokoh Masyarakat yang enggan namanya dipublikasi media ini

Berdasarkan penelusuran awak media setelah mendapatkan informasi Dari masyarakat setempat, Minggu (26/01) ke Desa Rumoh Rayeuk ditemukan adanya kejanggalan dan ke anehan dalam pelaksanaan kegiatan.

Muzakir salah satu warga Desa setempat mengatakan, pengelolaan DD selama ini tidak terbuka, di samping itu juga ada pekerjaan yang belum di kerjakan, dan turut di iyakan beberapa warga lainnya seperti Ruslan, M. Daud dan Sabil.

“Bahkan DD dipegang Pj Keuchik sendiri, sedangkan kaur keuangan hanya sebagai formalitas,” kata Ruslan.

Warga meminta pihak inspektorat, polisi dan kejaksaan untuk meng audit dan memeriksa terhadap pengelolaan DD tahun 2019 di Desanya

Sementara Abdul Kadir selaku Pj Kepala Desa/Keuchik saat di konfirmasi terkesan berbelit-belit dan tak jelas serta tidak mengetahui jumlah anggaran maupun kegiatan pekerjaan.

Misalkan saat di tanya terkait APBG grafik/ papan informasi, menurutnya sudah pernah di pasang setahun yang lalu, namun menurutnya sudah rusak tertimpa pohon kayu.

“Terkait pekerjaan yang belum selesai, saya akan menyelesaikan seluruh pekerjaan, akan berusaha mencarikan uang untuk menyelesaikannya, sebab sebagian uang Desa telah di bawa lari oleh bendahara bersamaan uang BUMG tahun 2018,” ungkap Abdul Kadir.

“Mengenai pembangunan polindes yang belum selesai tahap finishingnya karena tukangnya sakit,” imbuhnya.

Sementara pekerjaan Pengerasan jalan dan plat beton yang selama ini tidak bisa di kerjakan kata dia karena faktor cuaca musim hujan.

PJ keuchik beralasan pulang sebentar untuk mengambil RAB, namun setelah lama ditunggu oleh sejumlah awak media, dia tidak kunjung kembali, menurut beberapa warga PJ keuchik lari, tidak mau diwawancarai lagi.

Sementara Sukino PLD (Pendamping Lokal Desa) setempat saat konfirmasi media juga menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah beberapa kali mengarahkan untuk memasang papan APBG grafik / papan informasi begitu juga dalam hal pelaksanaan kegiatan.

“Masalah didengar atau tidak, itu kembali kepada mereka, karena PD tidak memiliki wewenang sebagai penyidik,” tuturnya.

“Masalah pekerjaan yang belum selesai itu bisa dikerjakan sampai tuntas walapun sudah memasuki tahun 2020, karena ada Desa lainnya juga yang belum selesai, tutupnya.

 

 

Reporter :Zul Aceh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *