Praktek Jual beli Proyek diduga jadi penyebab proyek SDN 1 Cipendeuy mangkrak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Pelaksanaan proyek rehabilitasi, renovasi sarana dan pra-sarana di Wilayah Lebak-1, Titik lokasi di Sekolah Dasar Negeri, SDN 1 Cipendeuy Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak dinilai mangkrak, selain itu proyek yang belum rampung namun sudah diisi ini juga diduga sebagai proyek bermasalah

Pasalnya, pada proyek tersebut terendus adanya permainan pemborong menjual belikan proyek kepada sesama pemborong lain.

Permainan pemborong nakal itu mencuat setelah diungkap oleh Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Provinsi Banten Sudarmanto pada media. Minggu, (26/1/20).

Sudarmato juga menduga ada kongkalingkong pengusaha, Kontraktor-Red*.

“Pekerjaan rehab dan renovasi menjadi tidak maksimal Karena pelaksana proyek dilapangan bukanlah pemilik tender aslinya PT. Wisana Martakarya,” kata dia kepada awak media

Masih kata Sudarmanto, dirinya mengira bahwa penyebab tidak maksimalnya pekerjaan di SDN 1 Cipendeuy akibat praktek culas’ Kontraktor pemilik tender dengan kontraktor lain. Usaha ingin meraup untung dengan cara instan (Jual beli) berdampak pada pengurangan mutu dan kwalitas bangunan.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Banten telah merealisasikan anggaran Program Rehabilitasi dan renovasi Sekolah melalui sumber APBN Tahun 2019 Terbagi tiga wilayah.

Wilayah Lebak-1 berjumlah 41 Sekolah dengan anggaran sebesar Rp.31,1 Milyar. Wilayah Lebak-2 Sebesar Rp.35,9 Milyar untuk 46 Sekolah Dan Wilayah Lebak 3 sebesar 36 Milyar untuk 43 Sekolah, Salah satunya SDN 1 Cipendeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Posko Garuda Sakti Kabupaten Lebak, Toni Firmansyah mengatakan, selain Soal fisik bangunan yang belum selesai dikerjakan, dirinya juga melihat para pekerja tidak diberikan Alat Pengaman Diri (APD)

“Jelas disana terpampang sebagai kawasan wajib memakai Alat Pengaman Diri, tapi prosedur kerja itu mereka abaikan, belum lagi soal pemasangan rangka baja yang tidak diganti dengan dalih akan dipindahkan ke bagian pagar sekolah, intinya saya setuju jika proyek-proyek tersebut diduga banyak terdapat masalah, ” pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay Pol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *