Empat terdakwa pelaku pencurian uang BPKAD Sumut jalani sidang di PN Medan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Empat pelaku pencurian uang milik Pemprov Sumatera Utara (Sumut) mulai disidangkan di PN Medan, Senin (27/01/2020) dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Keempat terdakwa yang dihadirkan di persidangan antara lain, Nisar Sitorus,  Musa Hardianto Sihombing,  Nico Demus Sihombing, dan Indra Haposan Nababan. Dua pelaku lainnya Pandiangan dan Tukul belum tertangkap, masih berstatus DPO atau buron.

Menurut JPU Rambo Sinurat dalam dakwaannya menyebutkan, para terdakwa secara bersama telah mengikuti mobil yang dikendarai sejak dari Bank Sumut.

Saat mobil sasaran parkir di kantor Gubsu, para terdakwa pun melakukan aksi sehingga lenyap uang Rp 1,6 M.

Dalam persidangan didengar keterangan saksi Aldi Budianto dan Indrawan Ginting, ASN dan Honorer di bidang anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sumut.

Selaku saksi keduanya mengaku tidak mengetahui jika mereka telah diikuti oleh keenam terdakwa yang merupakan sindikat pencuri antar provinsi.

Tanpa mereka duga, uang Rp1,6 Milliar yang hilang dari dalam bagasi mobil Avanza yang parkir di Halaman Kantor Gubernur Sumatra Utara.

Anehnya, dalam persidangan terungkap,  penarikan uang sebesar Rp1,6 Miliar bukan atas nama rekening BPKAD Provsu akan tetapi memakai nama pribadi, Aldi Budianto.

Hakim ketua, Erintuah Damanik menilai, saksi Aldi dan Indrawan Ginting  lalai dalam melaksanakan tugas. “Kau melalaikan tugas seharusnya uang diantar ke kantor, baru beribadah. Sekarang  uang hilang diambil  pencuri,  bagaimana kau membayarnya?,”ucap Erin.

Saksi Fuad Perkasa menyampaikan, terkait uang yang dicuri, sebagian sudah dibayar oleh para saksi dan sebagian sudah direlakan karena adanya kejadian tersebut .

Dalam persidangan, Erintuah sempat menyentil para petinggi BPKAD Provsu, soal pencairan uang memakai rekening pegawai dan dilakukan secara tunai. “Jadi sampai sekarang masih memakai uang tunai,” tanyanya lagi.

Menjawab, itu Mantan Plt BPKAD Provinsi Sumut Raja Indra Saleh mengatakan pembayaran melalui non tunai atau langsung ke rekening.

Dalam persidangan itu, JPU Rambo Sinurat juga menayangkan rekaman CCTV dalam persidangan.

Namun CCTV tersebut bukanlah milik Pemprov Sumut karena pada saat kejadian dalam keadaan rusak, tapi CCTV milik kepolisian yang  berada di persimpangan yang mengarah ke Pemprov Sumut.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *