Tiga kurir ganja 170 kg lolos dari hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Berperan sebagai kurir ganja seberat 170 kilogram dari Aceh ke Medan, tiga terdakwa divonis hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/01/2020). Putusan hakim berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Septebrina Silaban  yang menuntut ketiganya, hukuman mati.

Ketiga terdakwa yang lolos dari hukuman mati antara lain, Mukhlis (30), Darman Bustaman (34) dan Boi Haky alias Boi.

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Hakim, Irwan Effendi menyebutkan, ketiga terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Hal yang meringankan, ketiga terdakwa mereka mengakui perbuatannya. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan ketiganya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Sesuai dakwaan, terdakwa Mukhlis bersama Darman Bustaman dan Boy Haky (berkas terpisah), Rabu 15 Mei 2019 merencanakan pengiriman ganja dari Aceh ke Medan. Rencana disusun di sebuah warung kopi  Jalan Simpang Matang Samalanga, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

“ Darman juga mengajak Mukhlis  ikut ke Medan, mengawal orang yang membawa ganja kering. Saat itu terdakwa Mukhlis menyetujuinya
dan sepakat bertemu di Kampung Cet Sireuen,”  ungkap jaksa

Dengan menggunakan mobil minibus, terdakwa Darman datang menjemput Mukhlis. Saat itu, daun ganja tidak dalam mobil mereka, melainkan di dalam mobil lain yang ikut bersamaan menuju Medan.

Saat dalam perjalanan  menuju  Medan, mobil mereka dirazia. Darman menghubungi temannya yang membawa ganja di mobil belakang agar sementara tidak melanjutkan perjalanan.

Setelah aman, Darman menyuruh temannya  untuk melanjutkan perjalanan  ke Medan, dengan meyakinkan  razia sudah tidak ada lagi di depan Polsek Gebang.

Sampai di Medan, 6 Mei 2019, terdakwa Darman menuju persimpangan Jalan Bunga Raya, Medan Sunggal. Tiba tiba mobil yang dikemudikan Darman diberhentikan polisi berpakaian preman dari Polda Sumut.

Saat diinterogasi,  Darman mengaku, ganja  tidak ada dalam mobil yang ia bawa. Melainkan mobil minibus yang berwarna hitam yang dikemudikan rekannya.

Kemudian polisi melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan  mobil Avanza warna hitam. Mobil dikendarai Boi Haky, saat diperiksa,  ditemukan 5 karung goni berisi 170 bal daun ganja kering seberat 170 kg. (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *