Dua proyek pembangunan di Sulawesi Utara merugikan masyarakat, ini alasannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Diduga terjadi penggusuran tanah terhadap masyarakat Bitung dan Minahasa Sulawesi Utara untuk proyek pembangunan bendungan dan Ruas Jalan Tol membuat tangis  dan sedih bagi masyarakat disekitar.

Pasalnya Proyek pembangunan bendungan Irigasi serta pelebaran untuk Ruas Jalan Tol membuat masyarakat menangis akibat pembayaran yang tidak sesuai diduga merugikan masyarakat.

Proyek penggusuran itu dimulai Tahun 2015 Hingga saat ini belum menemukan titik temu Dengan Harga yang diinginkan masyarakat.

Diduga proyek pembangunan Bendungan irigasi dan Tol Ruas pelebaran Jalan yang ada di Dua wilayah Banyak mafia, oknum oknum yang terlibat dalam proyek pembangunan itu diduga menyusahkan masyarakat dengan melakukan pembayaran yang tidak sesuai dan semena mena.

Seperti halnya Lahan yang dimiliki oleh Ibu Rieke Sompie, 63.000 Ribu meter atau 6 Hektar dengan Estimasi Harga yang tidak Jelas Dengan putusan pengadilan kini belum Jelas dalam proses pembayaran.

Lahan itu berada di Desa kuwil kawang kowan.kec Kalawat Minahasa Utara Sulawesi Utara, Rabu (29/01)

Menurut Yopie kuasa Hukum dari masyarakat Minahasa yang mengadakan pengaduan Jalan tol dengan luas Ribuan meter masyarakat yang memiliki kartu keluarga 5 KK tidak di kondisikan dengan baik dimana perjanjian harga yang berubah ubah.

berdirinya Wadug di wilayah Minahasa membuat masyarakat merasa dirugikan dengan pembayaran yang tidak sesuai

Dan banyak masyarakat yang terkena penyakit Jantung dadakan akibat ketidak sesuaian dalam proses pembayaran Tanah.

Menurut advokasi Bale Nyahi dari hasil investigasi beberapa bulan lalu kita menemukan keganjilan keganjilan dengan adanya dua proyek pembangunan besar , seperti bendungan dan perluasan Jalan Tol , tidak masuk akal dengan Harga yang ditawarkan oleh pihak penggusur,” katanya

Masyarakat Minahasa yang tergusur dengan proyek Bendungan Irigasi merasa dirugikan dengan pembayaran yang Tidak sesuai,” jelas Vera

“Kita harus bongkar mafia mafia Tanah yang beredar di proyek pekerjaan Bendungan, irigasi dan Perluasan Jalan Tol di dua lokasi wilayah yakni di desa kuil kecamatan kawang kohan Minahasa Utara, serta Bitung Manado,” ucapnya

Saat konferensi pers di Jalan Tebet Dalam Barat Raya No 29 Bale Nyahi, Jakarta Selatan.

Rieke Sompie salah satu korban penggusuran menjelaskan menduga bahwa nilai tim dari pihak pemerintah Tidak sesuai dengan undang-undang nomor 02 Tahun 2012 Tentang jual beli pertanahan dengan Harga standar nilai Jual.

“Saya berharap presiden Jokowi Dodo dapat membantu permasalahan yang terjadi di desa kami yang dimana aparatur pemerintah wilayah menzolimi kami,” tutupnya didampingi Anak laki lakinya saat menjadi juru bicara dalam konfresi pers.

(Shem)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *