Simpan ganja, warga Jerman divonis 11 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Seorang warga Jerman Bernd Ulrich Heumann (39) divonis 11 bulan penjara oleh majelis hakim PN Medan, Selasa (28/01/2020) karena menyimpan ganja satu ons dengan alasan untuk obat stres dan sakit kepala.

Saat persidangan, terdakwa yang berperawakan kurus dengan kepala plontos  terlihat cuma bengong, tak ngerti apa yang dikatakan hakim juga tak paham apa dikatakan jaksa.

Bacaan Lainnya

Sesekali dia melihat ke arah penasehat hukum (PH) Charles Silalahi dkk, sambil mendengar keterangan penerjemah yang aktif menjelaskan tentang amar putusan yang disampaikan hakim ketua Jarihat Simarmata.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti bersalah, secara tanpa hak memiliki menyimpam narkotika jenis ganja seberat 1 ons.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 127 UU No 35  tahun 2009 Tentang Narkotika,” ungkap hakim.

Sebelum pembacaan vonis  hakim, terlebih dahulu dibacakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karya Putra dari Kejari Medan yang menuntut terdakwa 16 bulan penjara.

Awalnya polisi mendapat laporan dari warga, adanya orang asing yang kos di Jalan SM Raja Gg Sumatera Medan, memiliki narkotika jenis ganja. Berdasar laporan itu,  Kamis 25 Juli 2019 dinihari, dilakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Menurut saksi dari kepolisian, tak mudah menangkap terdakwa. Soalnya rumah yang dihuni terdakwa terkunci rapat. Ujungnya, petugas membawa saksi Kepala Lingkungan (Kepling)  dan meminta kepada pemilik rumah untuk segera membuka rumah yang dihuni terdakwa.

Setelah pintu terbuka polisi pun berupaya masuk.  Sebaliknya, melihat polisi masuk terdakwa berupaya melarikan diri. Namun akhirnya tak berkutik dan berupaya mengeluarkan segepok ganja dibungkus kertas koran dari bagian depan celananya.

Setelah mendapat penjelasan dari penerjemah,  terdakwa tidak membantah keterangan kedua saksi, Bahkan terdakwa sempat mempraktekan bagaimana ia mengeluarkan bungkusan ganja dari dalan celananya.

Menurut terdakwa, seperti yang dituturkan penerjemah, ia mendapatkan ganja dari seorang pengamen, dengan membayar Rp 300ribu. Ganja itu, kata terdakwa, digunakan untuk obat pening dan obat stres.

Saat ditanya oleh JPU, apakah terdakwa mengetahui, ganja merupakan barang terlarang dan perbuatan terdakwa telah melanggar undang-undang. Terdakwa hanya mengangguk, tanda mengerti, sambil menambahkan, di negaranya  mengisap ganja tidak dilarang dan bukan perbuatan melanggar hukum.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *