Tidak miliki Izin, Tambang Liar di Desa Tanrara di tutup Warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com. Gowa — Sudah tiga hari beroperasi dan sangat meresahkan warga sekitar, salahsatu tambang di wilayah Bontonompo Selatan akhirnya ditutup oleh Warga.

Seperti yang dilakukan pengunjuk rasa dari salahsatu forum kepemudaan yakni dari Forum Pemuda Desa Tanrara dengan kompak menolak adanya “Tambang Liar” tersebut.

Dengan massa sekitar 120 orang,mendatangi lokasi, Minggu. (26/01) lalu melakukan aksi unras yang dipimpin oleh Saenap sebagai (Korlap).

Adapun tambang yang di minta ditutup dan ditertibkan adalah tambang golongan C milik Dg Rumpa ini, dimana melibatkan warga Desa Tanrara dan dibawah pengawasan jajaran personil dari Koramil 08- Bontonompo yang dipimpin langsung oleh Danramil 1409- 08/ Bontonompo. Kapten. Arm. Santoso.

Adapun terlihat saat melakukan aksi unjuk rasa tersebut, dilakukan dengan cara membakar ban bekas serta membentangkan spanduk yang bertuliskan tolak tambang liar

Sempat hampir terjadi chaos antara operator alat ekskavator dengan warga namun berhasil diredam oleh anggota koramil 1409-08/Bontonompo.

Dalam aksi tersebut pula mereka mengamankan Satu Unit excavator yang berhasil dipindahkan ke kantor Desa Tanrara untuk menunggu dari dinas perhubungan Kab.Gowa untuk diangkut dan diproses.

Dari info yang didapatkan bahwa Tambang tersebut tidak memiliki ijin dari pihak Pemerintah Kab.Gowa dan Tambang tersebut sudah beroperasi selama 3 hari dan meresahkan warga karna akses jalan menjadi rusak.

Danramil 1409/08 Bontonompo Kapten. Arm. Santoso saat dikonfirmasi mengatakan Seperti yang kita ketahui jika dampak negatif para pengolah tambang liar/ilegal terhadap lingkungan sangat merusak.

Lebih lanjut, dikatakan dimana lingkungan yang tidak bertanggung jawab terhadap hasil kegiatan pertambangannya sehingga tidak heran banyak bekas penambangan dibiarkan begitu saja seperti yang terjadi diwilayah Kec.Bontonompo dan Bontonompo Selatan yang banyak ditemukan lubang yang dibiarkan begitu saja, sebagai akibat dari bekas penambangan ilegal Salah satu dampak negatif dari kegiatan pertambangan sudah tentu merusak lingkungan sekitar, ujarnya Rabu. (29/01/2020)

Karena akibat itu maka Struktur tanah menjadi labil dan bisa menyebabkan terjadinya longsor, karena berkurangnya areal resapan air, juga bisa menyebabkan banjir pada saat musim penghujan, dan oleh nya itu maka personil koramil 1409-08/Bontonompo yang dipimpin oleh saya, selaku Danramil 1409-08/ Bontonompo bersama dengan kepala Desa dan warga masyarakat Desa Tanrara bersama-sama menutup dan menghentikan kegiatan tambang liar yang ada diwilayah Desa Tanrara, pungkasnya.

 

 

Reporter : Mir

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *