Sidang pencemaran nama baik, saksi benarkan postingan terdakwa rugikan Tony Harsono

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang menyidangkan perkara pencemaran nama baik dan penghinaan lewat postingan WhattsApp (WA) Grup marga Tan dengan terdakwa Tansri Chandra alias Tan Ben Chong (73), Rabu (29/1/2019) sempat menegur Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Taufik Siregar agar fokus pertanyaan sesuai materi perkara.

“Ini bukan perkara utang piutang. Fokus saja dengan pertanyaannya. Masalah saksi meminjamkan uang, itu soal lain. Inikan perkara UU ITE,” tegas hakim ketua Erintuah Damanik.

Persidangan beragendakan pemeriksaan saksi Anwar Sutanto, mantan Ketua Pengurus Yayasan TAN.. Saksi  membenarkan adanya postingan terdakwa  di WA Grup marga Tan, berisikan kata-kata ‘INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000’.

“Istilah G6 Itu ada saya dan kawan-kawan lainnya. Ada Tony Harsono, James Tanoto, Teddy Sutrisno, Gani dan Tamin Sukardi yang dulu berperan di Yayasan TAN. Kami, waktu itu, sepakat untuk memajukan sekolah tinggi IT&B,” ujar saksi.

Lebih lanjut saksi Anwar Sutanto mengaku pebisnis,  postingan terdakwa merugikan nama baiknya “Saya pedagang (bisnis) pak. Nama baik saya jelas dirugikan. Kalau orang lain baca kan bisa tidak percaya lagi sama saya,” tegasnya.

Terungkap pula di persidangan, saksi Anwar Sutanto bersedia mundur dari jabatan Ketua Pengurus Yayasan TAN dikarenakan terdakwa tidak transparan ketika ditanyakan  perkembangan keuangan yayasan.

PH terdakwa sempat mencecar seputar AD/ART yayasan TAN yang tidak memperbolehkan sesama pengurus yayasan terlibat praktik pinjam meminjam.

Namun hal itu, dipatahkan saksi. Sebab dalam salah satu poin disebutkan, hal-hal yang sudah diatur dalam AD/ART, bisa dijalankan bila ada persetujuan dari unsur Pembina Yayasan.

Menjawab pertanyaan JPU Edmond N Purba, Anwar Sutanto manyebitkan, memang ada melihat nama Tansri Chandra alias Tan Ben Chong yang memposting kata-kata tersebut di WA grup marga Tan yang bisa diakses lewat smartphone.

Sementara saksi James Tanoto yang sebelumnya menjabat Pembina di Yayasan TAN menerangkan. saksi korban  Tony Harsono. tidak masuk dalam WA Grup marga Tan (Yayasan Lautan Mulia). Hal itu diketahui dari anggota WA grup lainnya.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *