Sidang kasus penipuan, Benny Hermanto rugikan saksi korban Rp356 juta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan atas nama terdakws Dr Benny Hermanto JAB, MBA (65) ,Direktur PT Sari Opal Nutriton (SON) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (29/01/2020), dengan agenda pemeriksaan 4 saksi, termasuk saksi korban.

Keempat saksi yang dimintai keterangan, antara lain Tjang Sung Chin, Suryo Pranoto, Mariati Parhusip dan Michael Wongso. Namun yang dapat diambil keterangannya hanya saksi Tjang Sung Chin dan Suryo Pranoto.

Menurut Tjang Sung Chin  dalam persidangan, terdakwa merupakan pemesan kopi di perusahaan saksi korban, namun belakangan terdakwa tidak bersedia membayar,  sehingga perkaranya dilaporkan ke Polresta Medan.

“Selaku pengacara perusahaan PT OCI, saya mengetshui masalah ini. Dan ikut melaporkan terdakwa ke Polresta, ” ujar Tjang.

Menyangkut perbuatan terdakwa yang tidak membayar tagihan, dijelaskan saksi korban Suryo Pranoto. Menurut Direktur PT Opal Coffee Indonesia (OCI) ini, terdakwa telah  membeli kopi sejak tahun 2016. Belakangan saksi mengalami kerugian Rp 356.939.000.

Saksi mengaku sudah lama menjalin ikatan bisnis dengan terdakwa. Pernah sama-sama pemilik saham di PT SON.

Saksi pemilik saham 25 persen dan terdakwa pemilik 75 persen.

Tahun 2017 lalu, kedua pengusaha tersebut menempuh jalan bisnis masing-masing dan terdakwa menjadi pemilik saham 100 persen di PT SON.

Persidangan dipimpin hakim ketua Tengku Oyong tergolong “panas” . Soalnya tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa dimotori Muara Karta Simatupang sempat disela oleh JPU Martha Sihombing, ketika pertanyaan PH menyudutkan saksi korban.

Sesuai dakwaan, saksi korban Suryo Pranoto dan terdakwa Benny Hermanto sudah lama menjalin kerjasama bisnis. Terakhir bisnis jualbeli kopi dimulai tahun 2016.

Setiap perusahaan terdakwa PT SON memesan kopi, langsung diantar oleh perusahaan saksi korban PT OCI. sedangkan pembayarannya dalam waktu 60 hari. Namun belakangan, meski sudah enam bulan belum.juga bayar, terdawa hanya menggunakan Purchase Order (PO)

 

Kacaunya, belakangan terdakwa tidak juga melunasi utangnya. Bahkan sudah ditagih berulang kali oleh staf PT OCi, tak juga dibayar. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp. 356.939.000.

Dalam perkara ini terdakwa diancam dengan pasal 378 dan 372 KUHpidana.

(ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *