Banyak kejanggalan, pengelolaan dana BOS SDN Campang Tiga diduga ada penyimpangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Biaya Operasional Sekolah (BOS) selama ini selalu menjadi bahan perbincangan, hal tersebut disebabkan pihak sekolah dalam pengelolaannya diduga tidak transparan.

Pengawasan dari pihak dinas pendidikan juga dinilai lemah, seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Campang Tiga, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Saat pihak sekolah membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengelolaan dana BOS pada Kemendikbud pada tahun 2019, yang sudah tertuang dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS), seperti pemeliharaan dan perawatan sekolah.

Laporan rekapitulasi dana BOS SDN Campang Tiga Triwulan I sampai IV di tahun 2019 yang dianggarkan oleh pihak sekolah diduga banyak kejanggalan.

Pasalnya, di tahun 2019 sekolah mengganggarkan untuk pemeliharaan dan perawatan sekolah yakni:

-Triwulan I Rp. 3.078.000

-Triwulan II Rp. 375.000

-Triwulan III Rp. 4.000.000

-Triwulan IV Rp. 5.585.000

Namun, Ketika Kepala Sekolah SDN Campang Tiga, Samsudin¬† dikonfirmasi oleh Mitrapol melalui WhatsApp pribadinya mengatakan, “ada cuman pengecetan, satu juta lima ratus,” terangnya Jum’at (31/01/2020).

Dalam hal ini, sangat diperlukan pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH), baik pihak kepolisian (Sat Tipikor) ataupun pihak kejaksaan sehingga dalam laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana BOS para kepala sekolah akan lebih berhati-hati.

Apabila masih ada kepala sekolah yang terbukti melanggar dan menyalahi aturan dalam pengelolaan dana BOS agar secepatnya di proses dan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku agar ada efek jera kepada para kepala sekolah.

 

(Reporter : Deni Andestia)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *