Galian Pasir Kuarsa di Cihara diduga kuat berjalan tanpa Izin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Tambang Galian Pasir Kuarsa milik PT. Hanasa Prima yang beroperasi di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak diduga belum kantongi berbagai izin dari pihak terkait dilingkungan Pemprov Banten.

Seperti diungkap Ketua Umum Ormas Jaringan Relawan Untuk Masyarakat H.Nunung Hidayat Pada Kamis, 30/1. Dia meyakini Galian tambang Pasir Kuarsa milik PT.Hanasa Prima tersebut belum mengantongi Izin Operasional untuk perluasan lahan seluas 9,924 Hektar.

Nunung Hidayat juga mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten secara tegas segera menghentikan aktivitas Galian Pasir Kuarsa di Cihara (Ditutup)

“Saya sudah tanyakan Izin mereka ke pihak PTSP, Ternyata Pihak PT. Hanasa Prima baru mengajukan rekomendasi izin perluasan 9,924 Hektar untuk Perluasan lahan galian. Tapi selama ini mereka sudah berjalan produksi, Harusnya galian itu di stop, ditutup saja,” tegasnya

Tanggapan senada dari salahsatu Sfat Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten. Namun ia tidak berkenan ditulis nama, Dirinya juga membenarkan jika Galian Milik PT. Hanasa Prima belum memiliki izin Operasional perluasan lahan

Selaku pegawai yang menangani Izin Pertambangan dirinya menerangkan bahwa proses izin galian memakan waktu untuk tahapan proses dari tingkat Provinsi dikembali lagi ke Pemerintah Kabupaten Lebak. Berkaitan dengan Izin PT.Hanasa Prima, Rekomendasinya belum masuk.

“Sudah Saya cek rekomendasinya belum masuk, Coba dipastikan lagi, siapa yang bawa Rekomendasi dan masuknya ke siapa?”, kata Staf Distamben melalui Telpon Celullarnya

Diketahui PT.Hanasa Prima telah habis lahan galian, oleh karena itu pihak perusahaan akan melakukan perluasan lahan seluas 9,924 Hektar. Namun disayangkan izin belum dikantongi tapi aktivitas galian sudah berjalan dan sehingga mendapat sorotan dari DPP Ormas Jarum Kabupaten Lebak.

“Lahan mereka habis lalu mau ploting 9,924 Hektar, Saya kira itu kurang relevan, Karen sungai cihara bakal masuk ke areal lokasi galian pasir mereka, Jelas itu tidak boleh izinkan karena bakal merusak Daerah Aliran Sungai. Selain itu yang terpenting sekarang Pemerintah harus tegas menghentikan aktivitas galian,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *