Polres Halteng naikkan status kasus Fahris ke tahap sidik

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Halteng, IPTU A Effan Sulaiman SIK.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Fahris Abdullah kepada Lima orang masyarakat Buli Sarani telah naik tahap.

Saat ini Polres Halmahera Tengah telah menaikkan status kasus Fahris (Pelaku) ke tahap penyidikan (Sidik).

Kapolres Halteng, AKBP Nico A Setiawan melalui IPTU A Effan Sulaiman mengatakan, pihaknya telah memeriksa Empat orang saksi dari pihak korban. Sembari menunggu dua saksi lain dari pihak pelaku (Fahris).

“Sudah Empat saksi yang kami periksa dari pihak korban. Kami juga akan panggil dua saksi lagi dari pihak Fahris,” kara Kasat Reskrim, Jum’at (31/2/2020).

Effan menambahkan, dalam proses permasalahan ini Fahris belum memperlihatkan data atau bukti bahwa kelima nelayan itu melakukan Illegal Fishing di pulau Sayafi.

“Fahris belum memperlihatkan bukti bahwa nelayan itu melakukan pengeboman, bius atau ikan mati di pulau Sayafi. Fahris hanya membawa dokumen izin penangkapan ikan dari Tobelo milik para nelayan,” sambung Effan.

Untuk diketahui, Lima nelayan yang dianiaya Fahris adalah Yoab Pareda (36), Fiktor Maulana (49), Jemi Sihur (47), Yoksan Musaling (51) dan Noferson Musaling (31).

Mereka dianiaya oleh Fahris pada hari Selasa tanggal 19 Juni 2018, berkisar pukul 11.00 wit di Pulau Sayafi.

“Perlu di ketahui juga bahwa kasus Fahris belum kadaluarsa atau Basi. Sebab baru satu tahun empat bulan. Kadaluarsa kasus itu Lima Tahu,” sambung Kasat.

(Sahwan)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *