Soal galian pasir di Cihara, Abah Nunung: Cari untung tanpa mengurus izin, lebih baik digulung saja

  • Whatsapp
Ketua DPP Ormas Jarum H. Nunung Hidayat atau Abah Nunung.

MITRAPOL.com, Lebak – Tambang galian pasir kuarsa milik PT. Hanasa Prima yang kini telah beroperasi di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, diduga kuat belum kantongi berbagai izin.

Terkait hal tersebut, DPP Ormas Jarum meminta agar aparat dan Pemprov Banten tidak kendor untuk segera menutup lokasi galian tersebut

Dikatakan Ketua DPP Ormas Jarum H. Nunung Hidayat, galian tambang Pasir Kuarsa milik PT.Hanasa Prima yang diduga kuat belum meliki Izin Operasional untuk melakukan aktivitas tambang beroperasi di kawasan lahan Perluasan 9,924 Hektar, namun faktanya pihak kegiatan tambang telah lama berjalan (Tanpa Izin)

Nunung Hidayat juga berharap Pemerintah Provinsi Banten Jangan pernah memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk bermain Spekulasi, mereka bisa mengurus izin sambil menjalankan usahanya.

“Saya tidak alergi Investor maupun pengusaha yang mau usaha di Lebak, tapi harus koperatif, kalau cuma cari untung tanpa mengurus izin buat apa, lebih baik digulung saja,” ujar Nunung Hidayat yang biasa dipanggil Abah Nunung pada Jum’at, (31/1/2020).

Lebih jauh Nunung Hidayat memaparkan keterangan dari Pihak terkait (Distambem) Provinsi Banten, izin perluasan galian PT. Hanasa Prima 9,924 Hektar belum masuk.

“Saya sudah Cek, Lahan 9,924 Hektar untuk perluasan belum ada Izinnya tapi produksi sudah berjalan,” tukasnya.

Sedangkan Luas 9,924 itu tidak relevan, Karena jumlah tersebut bakal mencakup sungai cihara masuk ke areal perusahaan.

“Jelas itu tidak boleh, dampaknya bakal merusak Daerah Aliran Sungai Cihara, Pemerintah jangan mengikuti nafsu pengusaha,” tandasnya

Sementara itu, Pejabat PTSP Kabupaten Lebak menerangkan jika pihak PT. Hanasa Prima telah diberi rekomendasi untuk mengurus izin di Distamben Provinsi Banten. namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pernyataan salahsatu Staf di Distamben Provinsi Banten yang enggan ditulis namanya, ia membeberkan bahwa pihaknya belum pernah menerima Rekomendasi mengenai Izin Perluasan Galian Pasir kuarsa milik PT. Hanasa Prima.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak PT. Hanasa Prima. Mitrapol.com masih terus berupaya mencari informasi secara selektif dan Objektif.

 

 

(Reporter: Ubay Pol)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *