PWI gelar forum diskusi ekonomi dan bisnis, ini yang dibahas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar seminar guna membahas perkembangan perekonomian Global, Jumat (31/1/2020).

Seminar dengan tema “Jurus Bisnis dan Investasi dalam Menyiasati Resesi Ekonomi Global” ini untuk menjawab permasalahan yang sedang terjadi.

Perlu diketahui bahwa resesi ekonomi yang menimpa beberapa negara dalam 2 tahun belakangan mengakibatkan penurunan PDB ril di sejumlah negara.

Sampai dengan kuartal III/2019 sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Hongkong dan Turki contohnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dipicu oleh ekspandi peran dagang Amerika Serikat dan China yang terus berlangsung menjadi pemicu dan desakan agar pemerintah mampu melepaskan ketergantungan perusahaan local pada pinjaman.

Resesi atau kelesuan dagang di ranah ekonomi global masih terus terjadi dan mengancam perekonomian domestik Indonesia.

Pasalnya, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2019 kemarin masih belum memuaskan. Persoalan utama dari kehidupan masyarakat Indonesia itu coba dibahas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan menggelar forum diskusi ekonomi dan bisnis.

Dimana, dari pemerintah turut hadir perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Komisaris Independen Bank BCA Raden Pardede, dan Director, Chief Economist & Head of Research PT Samuel Aset Manajement, Lana Soelistianingsih.

Mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan. Selain itu, PWI juga mengundang penulis dan blogger bisnis Yuswohady, serta pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bidang Center of Industry, Trade and Investment, Ahmad Heri Firdaus.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari mengajak semua pihak untuk tetap optimis menghadapi kondisi perekonomian dunia saat ini.

“Dalam berbagai polemik dunia yang terjadi saat ini akan isu krisis ekonomi global, tentunya kita tidak perlu khawatir dan perlu waspada dan mengantisipasipasi hal tersebut,” ucap Atal S Depari, Jumat (31/012020).

Lebih lanjut, Atal menyebutkan data yang ia miliki terkait kondisi perekonomian global secara keseluruhan. Di mana, sepanjang tahun 2019, pertumbuhan ekonomi lebih melambat di hampir 90%. Di tengah kisruhnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam 2 tahun waktu terakhir ini yang mengakibatkan aktivitas menufaktur dan investasi di seluruh dunia melemah secara substansial,” papar Atal mengenai sebab pelemahan ekonomi global.

Menurut Atal data ini sesuai dengan data Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) di sejumlah negara.

“Bahkan, sejumlah otoritas di beberapa negara itu memperlihatkan data mengenai ancaman resesi di negaranya masing-masing,” tegas Atal.

Raden Pardede, Komisaris Independen BCA,mengatakan, tidak adanya tanda ancaman resesi pada ekonomi AS tentunya menjadi kabar baik bagi negara lain. Sebab bila AS mengalami resesi, maka negara-negara lainnya di dunia juga terancam mengalami gangguan ekonomi, termasuk Indonesia.

“Kita tidak melihat akan ada resesi di Indonesia pada tahun-tahun ke depan ini, apalagi dua negara dengan ekonomi terbesar yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda resesi dalam satu hingga dua tahun ke depan. AS selama ini menyumbang sekitar 24% sampai 25% perekonomian dunia, sementara Tiongkok sekitar 15%,” ujar Raden.

Namun Raden juga memberi catatan khusus terkait dampak virus korona yang saat ini tengah merebak di Tiongkok dan mulai meluas ke berbagai negara di seluruh dunia.

“Saat ini sudah ada hitung-hitungan kalau dampaknya akan menurunkan perekonomian di Tiongkok sekitar 0,5% dan mungkin 1%. Dampak paling besarnya bisa turun dari 6% menjadi tinggal 5%. Tentu kalau ini berlangsung lama, ke depan bisa juga berpengaruh. Tetapi dampaknya yang saya lihat tidak akan sampai resesi selama dua sampai tiga tahun ke depan,” tegas Raden.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *