ETOS Indonesia Institute soroti tindakan oknum penegak hukum kepada pecandu narkotika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com Jakarta – Maraknya perilaku para oknum penegak hukum yang santer di media terkait dengan berbagai masalah hukum di Indonesia, dimana didalamnya tak luput juga peristiwa-peristiwa yang terkait dengan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan Narkotika (Pecandu) sangat memperihatinkan.

Ditemui dibilangan senayan, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah, menjelaskan kepada awak media Mitrapol.com, bahwa hal tersebut bukanlah kali pertama kali dilakukan oleh oknum penegak hukum terhadap tindakan dan perlakuan yang dilakukan terhadap pecandu ataupun para pelaku penyalahgunaan Narkotika di Indonesia.

“Kelakuan para oknum ketika menindak para pelaku penyalahgunaan narkotika (pecandu) dilapangan memang sangat disayangkan, tetapi perlu digaris bawahi ada pula penegak hukum yang sangat apresiasi membantu kita di lapangan. Dan kami sedang fokuskan untuk mencari solusinya” kata Iskandarsyah usai berjumpa dengan mas Bamsoet ketua MPR RI dibilangan Jakarta, Senin (03/02/2020)

Iskandarsyah menjelaskan, hampir seluruh kasus pihak kepolisian akhirnya berkordinasi dan mencarikan solusinya, ada satu catatan yang hari ini harus saya sampaikan kepada pak Kapolri, yaitu penanganan yang sangat tidak elegan dan terkesan memanipulasi kronologi, seperti halnya kasus yang terjadi di Polres Serang kota Banten.

“Peristiwa yang terkait dengan penindakan penyalahgunaan narkoba sudah dilakoninya di seluruh daerah guna menyelamatkan anak-anak bangsa yang terjerumus didalam penyalahgunaan narkoba yang mendapat perlakuan yang tidak elegan dan terkesan dipaksakan kasusnya,” jelas Iskandarsyah.

Bukan satu dua anak bangsa ini yang berhasil kita selamatkan, bahkan puluhan hingga ratusan, makanya saya tergerak membuat yayasan yang mana akan mengakomodir para anak bangsa yang telah terjerumus didalam penyalahgunaan narkoba dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para penegak hukum.

“Hal ini membuat kita semua prihatin, kenapa mereka harus mendapatkan perlakuan seperti seperti itu, memperlakukan anak-anak bangsa ini dengan tidak sepantasnya, dan masalah ini akan saya sampaikan langsung kepada Kapolri nantinya, dimana Kapolri harus tanggap terhadap prilaku bawahannya dan saya juga saya akan membuat sebuah yayasan yang akan membantu anak-anak bangsa mendapatkan perlakuan yang lebih manusiawi” ungkap Iskandarsyah.

Iskandarsyah menjelaskan, yayasan yang akan dibentuknya merupakan kombinasi dari kawan-kawan dari berbagai element masyarakat, seperti elemen pemuda, ormas keagamaan, prktisi Hukum, LSM, dan juga jurnalis, kita yakin niat kita bersama, bekerja bersama, untuk anak-anak bangsa kita.

“Kami akan kerja bersama dengan berbagai elemen masyarakat yang perduli terhadap anak bangsa yang diperlakukan tidak seharusnya, dimana para pecandu atau pengguna ini melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka inginkan” jelas Iskandarsyah.

Iskandarsyah menambahkan, Kami juga mengajak Instansi-instansi terkait yang mendukung program kami ini diantaranya Kemenkes, BNN, Kemensos dan juga Polri sendiri. Dimana catatan daerah mana saja yang menjadi catatan terhadap tindakan para oknum penegak hukum melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kedah penindakan dan juga menghambat kinerja kita dilapangan akan kami laporkan kepada kapolri.

Ketika ditanyakan prihal dasarnya pembuatan yayasan ini? Iskandar menjawab, kami mau selamatkan anak bangsa ini. Dan dari survey terbaru kami ETOS Indonesia Institute, sudah hampir ada 15 juta pengguna Narkoba di republik ini yang tidak mendapatkan rehabilitasi serta mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya dilakukan oleh para oknum penegak hukum, angka ini cukup fantastis dan memprihatinkan.

“Kalau wacana banyak, kalau organisasi ke arah ini juga banyak, tapi saya melihat sepi-sepi saja, tetap saja anak-anak bangsa ini dipenjarakan karena Narkoba. Saya mengutip ucapan mas Bamsoet Jihad melawan Narkoba, saya pun siap untuk itu” kata Iskandarsyah.

Iskandarsayah menjelaskan, perang terhadap Narkoba ini juga menjadi program pak Presiden, jadi kita sebagai warga negara yang masih peduli dengan anak-anak bangsa ini sudah waktunya bergerak.

“Waktunya kita bergerak, kita selamatkan anak bangsa, kapan lagi. Perang Narkoba bukan program pak presiden, namun kita semua masyarakat Indonesia” tutup Iskandarsyah.

 

(BS)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *