Pengelola BSM SDN 1 Gunung Batu diduga bermain dengan oknum wartawan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Penyaluran program BSM PIP di SDN Gunung Batu 1, Desa Gunung Batu Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten, diduga telah terjadi permasalahan terkait penyaluranya, yang disertai dengan adanya dugaan suap terhadap oknum wartawan.

Dugaan tersebut hingga kini masih belum terselesaikan, malah Kepala Sekolah Haji Ibad dan pengelola Nanik saling tuding dan akhinya semakin kacau karena banyak oknum wartawan yang ikut bermain didalamnya, pasalnya dengan pemberitaan yang seharusnya dipublikasikan, dan untuk di tindak lanjuti, kini malah diduga dibantu oknum wartawan tersebut.

Dengan adanya kejadian tersebut, untuk didorong melalui pemberitaan dengan apa adanya, eh malah diduga dilindungi, se olah-olah ada permainan apa, dan pemanfaatan para oknum wartawan itu.

Nanik sebagai pengelola ketika dikonfirmasi awak media mitrapol melalui whatshap mengatakan,”Ini saya lagi di rumah pak Kepala, dua kali saya ke rumahnya tapi beliau belum datang lagi ke kebun, semalam dengan Pak Asep, sekarang saya lagi di ATM,” ucapnya.

Selang beberapa menit kemudian Nanik mengatakan lagi kepada awak media mitrapol melalui whatshapsnya,” Semuanya telah di serahkan ke pak Yogi, dan kalau ada apa-apa ke pak Yogi aja,” terangnya.

Menanggapi ucapan Nanik tersebut, Tim media mitrapol merasa bingung dan aneh dengan jawaban tersebut, karena tidak sesuai dengan apa yang dikonfirmasi tim media mitrapol.

Tim media mitrapol pun menduga semua ini ada indikasi suap terhadap para oknum wartawan, namun disisi lain belum di ketahuai peran Asep dan Yogi sebagai apa.

Sedangkan menurut sesuai dengan undang-undang, yang telah di tetapkan oleh pemerintah republik indonesia, no 11 tahun 1980 pasal 2, Tentang tindak pidana suap, yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau, tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya, yang menyangkut kepentingan umum, akan dipidana karena memberi suap.

Sementara Haji Abad selaku Kepala Sekolah, ketika di konfirmasi tim mitrapol, untuk dimintai tanggapan perihal tentang adanya dugaan suap terhadap oknum wartawan itu, melalui chat whatshapnya tidak ada balasan dan di telphone pun tidak di jawab.

 

 

Reporter : M. Aan/Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *