Soal kasus dugaan penganiayaan nelayan oleh Fahris, ini komentar BK DPRD Halteng

  • Whatsapp
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Halteng, Hi Yunus Seliden

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Fahris Abdullah kepada Lima orang masyarakat Buli Sarani, Halmahera Timur (Haltim) kembali hangat.

Kali ini Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Halteng, Hi Yunus Seliden mengatakan, dirinya bersama anggota BK lainnya akan memanggil Fahris untuk mempetanggungjawabkan apa yang ia perbuat kepada nelayan tersebut.

Adalah Yoab Pareda (36), Fiktor Maulana (49), Jemi Sihur (47), Yoksan Musaling (51) dan Noferson Musaling (31). Kelima nelayan ini dianiaya oleh Fahris pada hari Selasa tanggal 19 Juni 2018, berkisar pukul 11.00 wit di Pulau Sayafi.

“Kami dari BK akan mengambil sikap, sebab itu sikap tidak terpuji. Untuk itu saya akan panggil (Fahris-red) untuk diminta alasan apa sehingga ada pemukulan,” kata Yunus, Senin (3/2/2020) saat ditemui di gedung DPRD Halteng.

Anggota dari fraksi partai Gerindra itu menjelaskan, sebagai wakil rakyat, Fahris tidak pantas melakukan kekerasan atau pemukulan. Kalaupun salah, langkah yang harus dilakukan adalah melaporkan nelayan tersebut ke pihak yang berwajib.

“Fahris tidak bisa ambil langkah main hakim sendiri, itu kurang bagus. Kejadian seperti itu Fahris harus melapor ke pihak yang berwajib sehingga bisa di kenakan sanksi. Kalau kita sebagai Anggota DPR langsung ambil hakim, bagi saya itu kurang pas,” katanya.

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah, Maluku Utara.

“Sikap itu bagi kami selaku BK itu merasa tidak terpuji. Ambil langkah untuk memukul itu tidak efektif. Artinya kita sebagai anggota Dewan harus jalankan tugas sesuai dengan aturan. Kalau melanggar aturan maka kita laporkan,” sambung Yunus.

Selain itu, pihak BK akan meminta sejumlah bukti yang dimiliki Fahris yang konon katanya para nelayan asal Buli ini melakukan aktifitas Illegal Fishing.

“Soal dokumen saya kurang tau pasti, sehingga kami mau kordinasi dengan Fahris untuk meminta bukti dokumen apa yang dia miliki sehingga itu bisa di pertanggung jawabkan. Yang penting kita sudah pegang data, bahwa dia melakukan hal hal yang kurang bagus,” pukasnya.

Untuk diketahui juga, kasus pemukulan Lima nelayan asal Buli Sarani ini sudah di tangani oleh Polres Halteng, dan sudah dalam tahap penyidikan (Sidik).

 

(Sahwan)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *