Soal Terminal Bayangan, Sudin Perhubungan Jakbar bakal lakukan hal ini

  • Whatsapp
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Barat Erwansyah

MITRAPOL.com, Jakarta –  Semakin maraknya keberadaan terminal bayangan di wilayah Jakarta Barat membuat gerah pihak Dinas Perhubungan.

Untuk itu,  demi keselamatan para pengguna transportasi darat, jajaran Dinas Perhubungan akan melakukan tindakan tegas. Hal tersebut dikatakan Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Barat Erwansyah di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020).

Kasudinhub Jak-Bar Erwansyah juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat pengguna transportasi bus yang akan pulang atau berpergian agar menggunakan Terminal Resmi bukan di Terminal Bayangan, karena demi keselamatan bersama.

“Demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan kami menghimbau kepada masyarakat sebagai penumpang bus yang akan pulang ataupun berpergian, agar menggunakan layanan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Resmi yang telah di tentukan pihak Dinas Perhubungan,” kata Erwansyah.

Imbauan ini dijelaskan Erwansyah tanpa alasan, karena ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 143 yang menyebutkan bahwa angkutan orang dengan kendaraan bermotor, umum dalam trayek (bus umum) wajib menaikkan atau menurunkan penumpang di Terminal.

Dalam hal ini, selain menghimbau kami mengajak masyarakat untuk tertib dan taat terhadap aturan, jika masyarakat taat aturan maka otomatis bus-bus juga akan taat dengan menaikkan atau menurunkan penumpang di terminal, tidak di sembarang tempat,” jelasnya.

Meskipun sudah dilarang, tapi masih ada tempat-tempat yang diam-diam dijadikan sebagai “Terminal Bayangan” untuk naik atau turunkan penumpang bus AKAP.

Erwansyah menyebut keberadaan “Terminal Bayangan” ini tidak dibenarkan oleh undang-undang karena selain menimbulkan kemacetan, juga dapat membahayakan masyarakat.

Lebih lanjut Kasudinhub Jak-Bar mengatakan, bus yang menaikkan atau menurunkan penumpang di “Terminal Bayangan” akan ditilang bahkan di stop operasikan.

“Sesuai aturan dalam PP Nomor 80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran Lalu Lintas dan angkutan jalan,

pengemudi angkutan umum yang terbukti menaikkan atau menurunkan penumpang tidak pada tempatnya akan diberikan sanksi stop operasi,” tegas Kasudinhub Jak-Bar.

Erwansyah juga akan memperintahkan jajarannya untuk pengawasan terhadap Terminal Bayangan

“Kita akan lakukan operasi atau pengawasan rutin dengan menginstruksikan kepada jajarannya di masing-masing Satpelhub (satuan pelaksana Dinas Perhubungan di Kecamatan) dan Tim Tindak Sudinhub Jakbar untuk meminimalisir keberadaan Terminal Bayangan,” ujarnya lagi.

Seperti baru- baru ini pihaknya telah melakukan penindakan terhadap bus AKAP yang di sinyalir menjadi target penindakan operasi Terminal Bayangan.

Hasilnya beberapa unit bus tersebut di stop operasikan ke Kantor Dishub Jakbar dan akan di proses lebih lanjut.

Hal tersebut menindak lanjuti arahan Kepala Dinas Perhubungan Pem. Prov DKI Jakarta Syafrin Liputo, sehubungan dilakukannya penindakan terhadap Terminal Bayangan.

(Shem)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *