Boyong Kepala OPD dan Camat, Bupati Wajo kordinasi ke Balai DASHL

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Wajo –
Bupati Wajo didampingi beberapa Kepala Dinas dan Lima Camat melakukan kordinasi ke kantor Balai Daerah Aliran Sungai dan Hutan lindung Jeneberang Saddang di Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (03/02).

Bupati Wajo dalam kunjungan ini didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kadis PUPR, Kadis Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bappelitbangda, Kepala Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata, camat Tanasitolo, Belawa, Sabbang paru, Pammana dan sekcam tempe, serta Kabag pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo.

Kepala Balai DASHL Entan Sofyan, B.Sc F, S.Sos., M.Si memaparkan tentang program penyelematan ekosistem Danau Tempe yang menjadi prioritas pertama, sehingga menyambut baik kedatangan Bupati Wajo dan akan membangun sinergi dalam mewujudkan Danau Tempe sebagai ikon Kabupaten Wajo.

Dalam pemaparannya Kepala Balai DASHL akan membuka ruang kordinasi dengan OPD yang ada di Wajo untuk mengsinkronkan programnya dengan pemerintah kabupaten Wajo termasuk pencocokan data dari balai dengan Pemda Wajo.

Pada saat yang sama Kabalai juga mempersilah kepada OPD Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk menjemput program yang ada di Tahun 2020 ini, begitu juga untuk penghijauan kota telah disiapkan puluhan ribu pohon yang bisa mendukung program kabupaten/kota, termasuk kebutuhan Dinas Lingkungan Hidup Wajo saat memberikan laporan kepada Bupati dan kepada Kepala Balai DASHL.

Sementara itu Bupati Wajo mengucapkan banyak terimakasih kepada Entan Sofyan selaku Kepala Balai DASHL karena langsung merespons apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pemerintah kabupaten Wajo yang tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bupati Wajo berharap dapat membangun sinergi yang baik sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, begitupula dalam mewujudkan program kerja pemerintah kabupaten Wajo.

Diakhir sambutannya, Bupati Wajo memerintahkan kepada seluruh OPD yang baru dilantik pada Januari 2020 lalu untuk bersungguh-sungguh menyambut peluang yang diberikan Balai DASHL, sehingga motto gaspooll 2020 betul-betul dapat direalisasikan, tutupnya.

Menurut pemerhati Tata Kota Andi Muspida,SS.M.S.P.M.Pd.IAP bahwa pembahasan Danau Tempe memang harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pakar termasuk pakar tata kota karena terkait dengan pemanfaatan ruang.

Penyelamatan ekosistem Danau Tempe harus memperhatikan RTRW Kab.Wajo dan RDTR. Kalau perlu diadakan revisi RTRW papar alumnus Universitas Bosowa ini.

 

 

Reporter : Andhy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *