Dugaan kolaborasi Kepsek dan Pengelola Program BSM/PIP SDN I Gunung Batu suap oknum wartawan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pemberitaan terkait permasalahan penyaluran Program BSM/PIP di SDN I Gunung Batu menimbulkan adanya saling tuding antar Kepala Sekolah dengan Pengelola.

Saling tuding antara H. Abad selaku Kepala Sekolah SDN I Gunung Batu dengan Ibu Nanik selaku pengelola penyaluran program BSM/PIP semakin kacau.

Hal tersebut itu diketahui saat awak media mitrapol.com melakukan investigasi dan konfirmasi untuk meminta tanggapan tentang pemberitaan sebelumnya.

Ibu Nanik selaku pengelola saat dikonfirmasi dikediamannya mengatakan kepada awak media mitrapol.com bahwa dari hasil musyawarah di rumah saya (Kp.Cibitung) yang dihadiri Ketua Komite dan Kepala Sekolah pada waktu itu semuanya telah diselesaikan dan sepakat tidak akan menaikan berita dan saya telah memberi uang sebesar 2000.000 kepada inisial Ei (Oknum Wartawan) dan lima orang rekannya, paparnya ke awak media mitrapol.com

Untuk menyamakan presepsi terkait keterangan dari ibu Nanik, awak media mitrapol pun melakukan konfirmasi kepada Ei (Oknum Wartawan) melalui telephone selularnya pada tanggal 29 Januari 2020 Pukul 19 : 01 Wib.

Ei mengatakan dan mengakui bahwa dirinya benar telah menerima uang sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) dan dibagi-bagi ke tujuh orang rekannya, masing-masing kebagian dua ratus ribuan kang, itu bukan apa-apa hanya subangsih bensin, tuturnya kepada awak media mitrapol.com

Dengan kejadian tersebut, secara aturan dan pandangan hukum telah ada dugaan suap kepada oknum wartawan, sesuai dengan UU No 11 Tahun 1980 Pasal 2 Tentang Tindak Pidana suap.

Barangsiapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, akan dipidana karena memberi suap.

Sementara itu H. Abad selaku Kepala Sekolah saat dikonfirmasi dan diminta tanggapannya perihal pemberitaan yang sebelumnya melalui chat whatshap tidak ada balasan dan di telphone pun tidak dijawab.

 

 

Reporter : M. Aan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *