Cegah Illegal Fishing, DPRD Halteng minta kerja sama Pemda dan Kepolisian

  • Whatsapp
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng, Hayun Maneke.

MITRAPOL.com, Maluku Utara – Aksi penangkapan ikan dengan menggunakan potassium dan pengeboman kian marak diwilayah perairan Halamhera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut).

Hal itu membuat Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halteng, Hayun Maneke angkat bicara, sebab aksi ini sudah cukup lama berlangsung di wilayah perairan Patani, dimana pelaku diduga membius ikan menggunakan potasium dan bom.

“Jika hal ini dibiarkan berkepanjangan dikhawatirkan sangat membahayakan dan mengancam ekosistem laut di pulau Sayafi, Mor, Sail, Yiu dan Gebe,” kata Hayun, Selasa (4/2/2020) diruang kerjanya.

Katanya lagi, di daerah Patani dan Gebe adalah wilayah yang memiliki banyak ekosistem laut, akan tetapi kasus illegal fishing masih saja terjadi akibat dari kurangnya perhatian Pemerintah dan aparat penegak hukum.

Dirinya pun mengaku sudah melihat secara langsung kerusakan tersebut. Bahkan diperkirakan kerusakan terumbu karang makin meninggkat setiap saat jika tidak diantisipasi sejak dini.

Anggota Dewan dari fraksi partai Nasdem ini juga meminta kepada Pemda Halteng untuk menseriusi adanya aktifitas Ilegal Fising, serta mengawasi adanya nelayan asing yang masuk ke wilayah Halteng.

“Kami berkeinginan agar Pemda segera memastikan aktifitas para nelayan di Halteng dan daerah terluar yang berbatasan langsung dengan areal kita, seperti pulau Sayafi, Sail, Yiu dan Gebe. Mengingat walayah tersebut bepotensi ada pengrusakan lingkungan. Untuk itu, pemda tidak boleh lengah menyikapi hal demikian,” tegasnya.

Hayun berharap, pihak terkait dalam hal ini Kepolisian sebagai mitra Pemda, melakukan pemntauan secara intens untuk memastikan perkembangan aktifitas para nelayan.

“Kita berharap agar terlepas dari tanggung jawab Pemda dalam hal ini Dinas Perikanan, bekerja sama dengan pihak Kepolisian (Polair) untuk melakukan pemantauan secara intens sehingga kita dapat melihat perkembangan aktifitas nelayan,” harapnya.

Sebab lanjut dia, daerah akan mengalami kerugian, terutama pada aspek lingkungan dan pendapatan daerah dari hasil laut.

“Daerah tentunya dirugikan dari sisi lingkungan, kemudian aspek pendapatan, karena kita hampir tidak tau sisi pendapatannya jumlah nelayan tangkap ini,” imbuhnya.

Sembari mengatakan,”Perlu ditanggapi aktifitas para nelayan yang tidak sesuai dengan harapan kita. Sebab mereka menggunakan alat yang cenderung merusak lingkungan, itu yang kita sayangkan. Oleh kerena itu DPRD berupaya untuk meminimalisir aktifitas nelayan seperti itu,” tutup Hayun.

 

 

Reporter : Sahwan

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *