Disdikbud Nunukan dan Kejari kerja sama terkait Program jaksa masuk sekolah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan –  Kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan (kadisdikbud) Kabupaten Nunukan H. Junaidi SH bersama Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Fitri zulfahmi SH.MH melakukan penyuluhan Hukum bertempat di SMP Negri i jalan pembangunan Nunukan Barat, kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan provinsi Kalimantan Utara

Jaksa masuk Sekolah menutur Futri Zulfahmi SH MH kegiatan kita haru ini yakni Untuk Berikan Penerangan Hukum Pidana

Dengan Maraknya peredaran narkotika dan kasus asusila di Indonesia memang cukup menarik dan menjadi perhatian semua pihak.

Sebab masuk lingkaran hitam narkoba ini tidak mengenai siapa korban maupun pelakunya Hal ini yang membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan meluncurkan program ‘Jaksa Masuk Sekolah’.

Kepala Kejari Nunukan, Fitri Zulfahmi SH.MH mengatakan program jaksa masuk sekolah ini sebenarnya sudah lama berjalan, namun baru tahun ini kembali digalakkan di setiap sekolah baik SD, SMP, dan SMA. Untuk sekolah yang pertama dimasuki di awal tahun ini ialah SMPN 1 Nunukan.

Seharusnya di bulan Januari 2020 kita sudah bergerak , namun baru dilaksanakan pada Februari 2020 ini Kegiatan ini pada bidang intelejen Kejaksaan negeri nunukan

Jaksa masuk sekolah ini, untuk memberikan penerangan hukum kepada anak-anak tentang peredaran narkotika atau penyalagunaan narktika serta tindakan hukum pidana lainnya.

Menurut kajari bahwa anak usia sekolah memang sangat rentan dengan kasus narkotika ini.

“Kita perlu menyampaikan ini kepada siswa sekolah SD, SMP hingga SMA. Karena dari kasus yang masuk ke kejaksaan melalui penyelidikan Polri.

Kajari menjelaskan bahwa kasus yang paling menonjol adalah kasus narkotika itu berada di urutan teratas.

Kemudian, masalah asusila, kejahatan terhadap anak ini juga harus menjadi perhatian bagi semua pihak

Menurut para pelajar ini harus dilindungi karena aset negara aset bangsa Indonesia sehingga penerangan hukum ke anak-anak pelajar perlu dilakukan.

Jangan sampai mereka menjadi pelaku atau korban kejahatan dari markotika dan keasusilaan.

Untuk pelajar yang terlibat narkotika di Kabupaten Nunukan tahun 2019 kajari mengatakan belum ada. Hanya saja, dari kasus tahun 2019 lalu.

Dan ada beberapa kasus yang pelakunya masih usia sekolah. “Artinya masih anak anak walau pun tidak sekolah secara formal dan sudah berhenti tapi perlu juga disikapi.

Anak – anak putus sekolah ini yang bisa masuk melalui pergaulan, Maka dari itu kami perlu menyampaikan kepada guru dan anak anak terutama orang tua untuk mengawasi anaknya dengan baik.

Program jaksa masuk sekolah ini, diakuinya akan terus dilanjut di semua sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan hanya saja, dia mengaku, untuk saat ini masih fokus sekolah di Nunukan.

 

Untuk sekolah lain kita akan koordinasi mengenai sekolah yang ada di Dapil dua sebatij dan dapil 3 sebuku, Sembakung , lumbis dan krayan.

 

 

Kajari nunukan berharap media bisa menyebarluaskan karena kita tidak mungkin semua sekolah kita datangi.

 

 

Tapi dengan adanya informasi dari media bisa dibaca para guru dan anak anak serta orangtuanya untuk sadar betapa Penting penyuluhan hukum.

 

 

Kedatangan tak hanya memberikan penerangan hukum namun dia mengajak kepada anak-anak pelajar untuk menjadi sahabat dan mitra jaksa dalam menyampaikan permasalahan terkait pendidikan mudah mudahan kegiatan Rutinitas dilaksanakan setiap tahun.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Nunukan, H Junaidi.SH mengatakan ini adalah bentuk kerjasama yang baik yang wajib ditindaklanjuti.

Ini merupakan tangung jawab semua elemen bangsa Indonesia dan Tujuannya, merdeka belajar akan terjawab satu persatu dalam menumbuh kembangkan pembinaan karakter pada pelajar di sekolah,” ujarnya.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *