Oknum staf Kejari diduga hamili wanita, ini komentar tokoh adat Lampung Timur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Ada-ada saja perbuatan orang di zaman ini, sepertinya banyak orang sudah tidak punya rasa malu, sehingga tidak peduli walaupun mengorbankan nama baik pribadi maupun instansi sebuah lembaga pemerintah.

Dikutip dari pemberitaan salah satu media lokal, bahwa ada seorang wanita mendatangi Kejaksaan Negeri Sukadana mengaku telah dihamili oleh oknum pegawai kejaksaan, sehingga wanita tersebut datang meminta pertanggung jawaban dari pelaku.

Adapun kronologisnya dalam pemberitaan itu, dihadapan penerima tamu, korban Nar (22) mengaku datang ke Kejaksaan Negeri Sukadana mencari RN untuk meminta pertanggungjawabannya.

“Saya sudah satu kali datang kesini untuk meminta pertanggungjawaban dan cuma dijanjikan oleh Bapak Roni untuk segera dilaporkan keatasannya, saya akan dihubungi kalau sudah ada perkembangan. Namun hingga yang bersangkutan pindah ke Kejaksaan Negeri Pesawaran saya tidak pernah dihubungi,” tuturnya.

Nar, adalah warga Bandar Lampung. Ia mengaku berkenalan dengan RN sejak Agustus 2019, yang mengaku bekerja di Kejari Sukadana.

“Perkenalan pertama di bulan Agustus 2019 saat sama-sama nyanyi di karaoke Carly Metro,” kata Nar.
Selanjutnya, hubungan keduanya semakin dekat. Bahkan RN sering mengajaknya pergi keluar kota.

“Saya sering diajak ke Jakarta, Bogor dan Puncak. Saat itulah kami sering melakukan hubungan intim hingga saya hamil,” tambah dia.

Korban mengaku mau menuruti hubungan intim dengan RN karena dijanjikan akan dinikahi, bahkan RN juga pernah menelfon pihak keluarga korban yang menjanjikan untuk dinikahi.

“Dia bilang tidak punya anak kandung dengan istri pertamanya dan meminta agar melakukan hubungan intim agar bisa punya anak kandung dari saya dan segera menikahi saya,” paparnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Noviana Sari, Kasubsi Intel Kejari Sukadana membenarkan, bahwa RN adalah pegawai di lingkungan Kejaksaan Negeri Sukadana di bagian keuangan. Dan dikatakannya, pihak Kejari sudah berkoordinasi dengan Kejati Lampung, dan pada Senin (27/1/2020) akan dipertemukan antara pihak korban dan RN.

“Memang benar saudara RN pegawai di kejaksaan di bagian keuangan dan sudah 6 tahun bekerja, tentang masalah ini sudah dilaporkan ke Kejari dan sudah dikoordinasikan ke Kejati Lampung. Pak Kasi Intel Kejati Lampung Rivaldo Valini sudah janji hari Senin depan korban dan RN akan dipertemukan untuk penyelesaian masalahnya,” jelas Novi.

Terkait pemberitaan diatas, salah tokoh adat Sukadana, Zakwan Ahmad bergelar Pengeran Ratu Bagus mengatakan, jika benar ada perbuatan zina, sangat mencoreng instansi dan nama baik Kabupaten Lampung Timur.

“Kalau kejadian seperti itu ada dugaan salah satu staf Kejari Lampung Timur telah menghamili wanita. Justru sangat memalukan dan mencoreng instansi dan nama baik Kabupaten Lampung Timur.Apalagi sebagai abdi negara, seharusnya bisa menjadi contoh dan pengayom khususnya bagi warga. Saya selaku tokoh adat mewakili penyimbang Sukadana saya menyayangkan dan berharap ini tidak terulang lagi,” tutup Zakwan. Selasa (4/2).

 

 

Reporter : Muktaridi /rls

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *