Diduga sekap karyawan, DPP Jarum minta PT Indomarco Prismatama evaluasi manajemen gudang di Lebak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Belum kering di bibir, Ketua Umum Ormas Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (Jarum), H.Nunung Hidayat, mengkritisi sistem bayaran untuk pekerja kuli bongkar barang oleh pihak outsourcing CV Karya Putra Lebak selaku mitra usaha dan penyedia jasa bongkar barang di Gudang milik PT. Indomarco Prismatama cabang Kabupaten Lebak yang dinilai cukup mencekik leher para pekerja, hanya sebesar (25%) saja.

Kini justru terdengar kabar soal dugaan penyekapan karyawan yang diduga telah dilakukan oknum manajer gudang. Jika terbukti, maka lagi-lagi telah menampar reputasi dan mencoreng nama besar PT. Indomarco Prismatama.

Seperti kabar yang kini tengah Viral, Oknum manager Gudang diduga melakukan penyekapan terhadap Arif yang merupakan seorang karyawan Gudang PT. Indomarco Prismatama, Arif di sekap dalam sebuah ruangan gelap selama dua hari tanpa diperbolehkan bekerja, kejadian ini juga menjadi sorotan publik setelah beredar video berdurasi hampir 10 menit mengungkap aksi penyelamatan dirinya

Ironis, hanya karena karyawan menerima uang Rp.10.000 dari sopir angkutan barang suplayer salahsatu produk minuman, lalu karyawan tersebut harus menerima sanksi penyekapan dari sang manajer arogan di Pergudangan PT. Indomarco Prismatama Cabang Lebak Banten.

Selain itu, Peristiwa penyekapan terbongkar setelah pihak Kuasa Hukum bersama orang tua korban mendatangi dan menggerebek gudang PT. Indomarco Prismatama yang beralamat di Jalan Raya Rangkas Bitung Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (6/2/20) Pukul 13.30 WIB.

“Ternyata benar anak saya di sekap disalah satu ruangan oleh managernya. Kenapa sampai tega manager memperlakukan anak saya seperti itu, Apa salah anak saya, Apa telah merugikan perusahaan,” tanya Agus selaku orang tua korban.

Dikatakan Agus, menurut keterangan anaknya masalah itu berawal dari sopir suplayer angkutan barang yang telah memberi uang sebesar Rp.10.000 kepada anaknya.

Mengenai kejadian tersebut, Ketua DPP Ormas Jarum Nunung Hidayat mengaku sangat menyayangkan sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum manager di Gudang milik PT. Indomarco Prismatama, menurut dia, reaksi itu berlebihan. Selain merampas Hak kebebasan pekerja dia (manager-Red) melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan

“Pihak management di Pergudangan PT. Indomarco harusnya tidak perlu berlebihan. Akibat nerima uang 10ribu saja sampai menyekap karyawannya,” ujar Ketua Ormas Kepada wartawan.

Dirinya juga mempertanyakan sikap idealis sang manajer gudang terhadap mitra kerja Outsourcing yang dianggap telah lama mencekik upah para kuli bongkar di gudang tersebut.

“Bagaiman dengan uang hasil bongkar barang yang jumlahnya jutaan rupiah setiap hari dikelola oleh pihak Outsourching secara tidak layak. Apa manager itu tidak melakukan pembiaran soal jeritan pekerja yang dicekik didepan matanya, bayangkan, mereka cuma diberi bagian 25% sedangkan 75% pendapatan mengalir ke kantong pengusaha,” kata Nunung Hidayat yang biasa dipanggil Abah Nunung.

Atas insident tersebut, Nunung Hidayat meminta agar pihak managemen PT. Indomarco Prismatama Pusat, segera melakukan evaluasi terhadap manajemen di Kantor Cabang di Kabupaten Lebak.

“Kami harap managemen Pusat segera melakukan evaluasi baik di internal managemet Pergudangan PT.Indomarco Prismatama cabang Lebak, maupun soal kontrak terhadap mitra kerja, Outsourching yang di anggap tidak memiliki sistem upah yang baik serta tidak mampu mengakomodir hajat ratusan pekerja atau warga sekitar,” pungkasnya

(Reporter: Ubay Pol)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *