Polsek Dukupuntang kawal aksi demo puluhan warga Desa Cangkoak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Dukupuntang – Kata Demokrasi yang tertuang di dalam Undang-undang Dasar 1945 merupakan salah satu acuan dari Sumber segala sumber yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Negara, Gubernur, Bupati atau Walikota hingga Kepala Desa sampai pembentukan Ketua RT atau RW sekalipun, itu harus dipilih langsung oleh warga masyarakat RT dan RW setempat.

Jika tidak pelayanan masyarakat tidak maksimal, karena Ketua RT atau RW yang ditunjuk oleh Kuwu ternyata notabenenya kurang baik, misalnya. Kita sebagai Masyarakat kan tidak tau karena dipilihnya juga ditunjuk langsung alias Juksung oleh Kuwu Desa Cangkoak. Tapi kalau hal ini dilakukan secara mufakat dan Demokrasi InsyaAllah akan berjalan Aman.

Demikian dikatakan orator demo Fathur Rohman di hadapan Warga Desa Cangkoak, kecamatan Dukupuntangs aat menggelar aksi damai, Kamis (06/02/2020).

“Akhinya kami bersama warga mewakili Masyarakat Desa Cangkoak sebanyak 50 orang sebagaimana laporan kami Ke Polresta dalam hal ini Polsek Dukupuntang. Kami melakukan Demo bukan Demo anarkis melainkan Demo Aksi Damai pak,” kata Fathur kepada Mitrapol.

Lanjut dia, “Bisa Bapak lihat demo poto, demo kami santun dan rapih tidak merusak aset Desa,” tambah Fathur Rohman penanggungjawab Aksi Damai.

Fathurohman dalam wawancara dengan mitrapol melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan protes dan Mediasi kepada Pa Kuwu didampingi pa Sekdes selang beberapa hari setelah ada protes dari warga setempat yang dihadiri Fathur Rohman sebagai anggota BPD dari blok 5 (lima).

“Melalui jurutulis yang konon katanya SK Pemilihan Ketua RT dan RW menurutnya tidak bisa dirubah, jelas Sekdes Desa Cangkoak Rusdianto karena sudah menjadi keputusan Pa Kuwu,” kata Maman panggilan akrab Fathur Rohman

Untuk melengkapi Aksi Damai ini kami mengirimkan Surat pemberitahuan kepada pihak Polresta Cirebon melalui Kapolsek Dukupuntang, “saya lakukan sesuai prosedur dan mekanisme,” pungkas Fathur.

Katanya, jika Demo Aksi Damai kami tidak dikabulkan, maka kami menghadap Kepala BPMPD bila perlu sampai Bupati.

Karena ini menyangkut hajat orang banyak memilih pemimpin bukan memilih kepala keluarga yang cukup dipilih anak dan istri, ini memilih pemimpin yang bersentuhan langsung dengan Masyarakat.

“Kalau ternyata RT atau RW yang dipilih H. Tari Syarif Himawan (Kuwu Cangkoak) orang yang notabenenya kurang baik, itukan keputusan Kuwu yang salah dan keliru Pak. Ketua RT atau RW itu kepanjangan tangan dari Tugas Kepala Desa (Kuwu). Coba Pa Kuwu buka Permendagri nomor 18 Tahun 2018, Perda Kabupaten Cirebon nomor 1 Tahun 2013, tentang pembentukan lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Kelurahan dan peraturan Daerah Kabupaten Cirebon nomor 3 tahun 2018 tentang Perubahan peraturan Daerah Kabupaten Cirebon tentang pembentukan lembaga Kemasyarakatan di Desa,” paparnya.

Sementara tim Dalmas Polsek Dukupuntang berjejer didepan Kantor Desa Cangkoak Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, guna mengantisipasi dampak dari Aksi Demo tersebut.

Masa Pendemo yang jumlahnya kurang lebih 50 orang akhirnya meninggalkan lokasi Demo dan kembali ke rumahnya masing-masing dengan tertib, aman dan kondusif.

 

(Reporter: Darto)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *