Hadiri HPN 2020, Presiden Jokowi: Sekali saya tidak hadir di HPN, tapi saya kapok

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banjar Baru – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di halaman kantor Pemprov Kalimantan Selatan, Kota Banjar Baru, Kalsel, Sabtu (8/2/2020).

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meresmikan hutan pers taman spesies endemik dalam rangkaian awal HPNN tahun 2020.

Peresmian tersebut ditandai dengan penananaman pohon Marsawa secara simbolis oleh Presiden.

Pohon Marsawa khas tumbuh di hutan Borneo yang mendapat perhatian serius untuk dilestarikan.

Pohon yang di tanam Presiden Jokowi di atas lahan hutan seluas 10 hektare itu merupakan jenis Anisoptera Marginata Korth, Famili Dipterocarpaceae. Sejarahnya berumur tanaman 16 tahun berasal dari hutan alam Kabupaten Tapin.

Saat penanaman pohon, turut mendampingi Jokowi di antaranya Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator bidang Hukum dan HAM Mahfud MD, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Gubernur Kalimantan Selatan Sabirin Noor, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, dan Ketua Panitia HPN Auri Jaya.

Usai peresmian, Jokowi kemudian bergerak menuju tenda acara yang berjarak sekitar 100 meter. Jokowi mengaku selalu berusaha menghadiri hajatan rutin tahunan insan pers ini.

Meski mengagendakan kunjungan kenegaraan di Australia, namun Jokowi mengaku tak ingin melewatkan kesempatan hadir di HPN.

“Selama jadi presiden sekali saya tidak hadir di HPN , tapi saya kapok, sekarang saya usahakan hadir, ini mau ke Canberra, Australia, saya belokan ke sini dulu. Karena insan pers adalah sahabat saya,” kata Jokowi.

Jokowi pun menjelaskan alasan dirinya kapok absen di acara HPN. Menurut dia, insan pers selalu menemani kemanapun dirinya pergi.

Bahkan, para menteri belum tentu selalu mengikuti kemana dirinya pergi. Meski pers tetap kritis terhadap dirinya, namun Jokowi mengaku tidak pernah membenci pers.

“Bagi saya insan pers bukan benci tapi rindu tetapi, selalu di hati dan selalu rindu. Selama lima tahun pertama menjabat hingga kini, pers tetap mengkritik, baik kritik yang pedas kurang pedas dan biasa saja. Termasuk saat memberitakan Pemilu 2019 pemilihan umum terbesar dan terumit di dunia. Tahun ini akan ada Pilkada di 270 daerah, saya berharap dukungan pers lebih maksimal,” tuturnya.

Jokowi berharap pers menjadi garda terdepan untuk bisa menyampaikan informasi yang benar. Terlebih, di tengah merebaknya wabah virus corona. Dengan begitu, masyarakat tidak semakin panik karena informasi yang salah.

“Karena masyarakat yang sehat yang mendapatkan informasi yang sehat dan baik, itu butuh jurnalis dan ekosistem yang baik, sehingga masyarakat dapat konten yang baik. Itu semua butuh industri pers yang sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, dalam era digital saat ini posisi pers mengalami ancaman. Ia mengaku sudah berbicara dengan para pemimpin redaksi media massa untuk menyiapkan draft regulasi yang bisa melindungi dan memproteksi dunia pers.

“Jangan sampai dikuasai platform digital dari luar. Tidak ada aturan, tidak bayar pajak, ambil iklan yang merugikan industri pers Indonesia,” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketum PWI Pusat, Atal S. Depari bersyukur di tengah padatnya agenda, Presiden Jokowi menyempatkan diri menghadiri acara keluarga besar wartawan Indonesia.

Atal menjelaskan, Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan, Gerbang Ibu Kota Negara” yang menjadi tagline HPN 2020 merupakan komitmen insan pers mendorong pembangunan di berbagai daerah, termasuk Kalsel.

“Pers Indonesia adalah pers milik rakyat. Sehingga menjadi komitmen pers untuk berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri pimpinan media massa dan organisasi pers. Juga tampak Ketua MPR, Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI, Puan Maharani, serta 20 duta besar negara sahabat.

(*)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *