Polsek Kedungtuban bekuk Sumijan, tersangka pencabulan anak di bawah umur

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kedungtuban – Aparat Polsek Kedungtuban Polres Blora mengamankan Sumijan (41) warga Desa Sogo Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora lantaran melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur, Minggu (09/02).

Tersangka Sumijan (41) ditangkap oleh warga masyarakat Desa Kedungtuban karna gerak geriknya yang sudah lama mencurigakan. Hampir tiap hari dia selalu berboncengan dengan beberapa anak-anak untuk kesuatu tempat membeli jajanan atau sekedar jalan-jalan.

Karenana dia tinggal seorang diri di rumah dan berdasarkan informasi dari narasumber maka pada suatu malam akhirnya warga menyatroni tempat tinggal sumijan. Setelah diamankan warga, akhirnya Sumijan mengakui perbuatannya di depan warga dan Irwan sebagai Kepala Desa Kedungtuban atas perbuatannya selama ini yang telah mencabuli anak anak di bawah umur.

Malam itu juga Sumijan di serahkan ke Polsek Kedungtuban guna menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kedungtuban Polres Blora.

Dalam pemeriksaan petugas, tersangka mengaku telah melakukan pelecehan seksual kepada 5 korban, salah satunya disodomi hingga 10 kali. Pelaku melakukan perbuatan bejat tersebut sejak 2014 hingga Januari 2020. Semua korbannya berjenis kelamin pria.

“Betul pak, tersangka sering nonton film homo,” kata Kapolsek Kedungtuban Polres Blora, Iptu Suharto saat ditanya terkait motif tersangka melakukan pelecehan kepada para korbannya.

Lebih lanjut, Iptu Suharto kepada reporter Mitrapol melalui sambungan seluler mengungkapkan trik tersangka membuat korbannya tutup mulut, yaitu dengan membelikan jajanan dan makanan kepada para korban kemudian diancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa bantal warna putih yang digunakan tersangka untuk mengelap sperma usai melakukan perbuatan menyimpang tersebut.

Pria yang pernah menikah hanya tiga bulan tersebut sepertinya tidak menyadari jika perbutannya bisa membuatnya mendekam lama di balik jeruji.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 292 juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Menco)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *