Polsek Metro Penjaringan gelar rekonstruksi kasus aborsi bayi, ada 18 adegan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Atas perintah Kapolsek Metro Penjaringan Akbp Ach.Imam Rifai., SH., SIK.,MPICT.,MISS, Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan yang dipimpin Kompol Mustakim SH.,MH gelar rekonstruksi kasus aborsi terhadap anak, yang masih ada didalam kandungan, yang bertempat di Jalan Pluit Putri Penjaringan Jakarta Utara, Senin (10/02/2020 )

Peristiwa Kasus Aborsi yang terjadi pada akhir Bulan Desember 2019 lalu, saat itu di lakukan di kamar mandi oleh tersangka RS, yang bekerja sebagai asisten Rumah Tangga di Jalan Pluit Putri Penjaringan Jakarta Utara, atas berdasarkan adanya dengan laporan Polisi No.Pol:207/K/XII/Res.1.24/2019/S.Penj Tanggal 16 Desember 2019.

Dalam giat tersebut,Kompol Mustakim mengatakan, bahwa pelaksanaan rekonstruksi ini ada 18 adegan yang di lakukan oleh tersangka RS, melakukan mengaborsi anak yang masih berada di dalam kandungan.

“Dalam 18 adegan yang dilakukan oleh tersangka RS, terlihat ketika bayi sudah berhasil keluar, segera ditutup mulut si bayi oleh tersangka dengan menggunakan kain, sehingga bayi kehabisan nafas, selanjutnya bayi di masukan ke dalam kantong plastik,” ujarnya.

Masih hal yang sama, setelah itu tersangka RS membersihkan darah di kamar mandi, lalu menyimpan bayi tersebut dalam tumpukan kain lap, di belakang dapur lalu RS istirahat di dalam kamar.

Tak lama kemudian para saksi yang merupakan teman sekerja dari tersangka, lalu melihat tersangka sedang berbaring tidur di kamar dengan sangat lemas.

“Para saksi merasa curiga, akhirnya menemukan bayi di kantong plastik dalam tumpukan kain lap, dan saksi segera mengambil bayi tersebut untuk di bawa ke Rumah Sakit guna mendapat pertolongan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Bahwa tersangka waktu itu pernah kerja di Kalimantan, dan di hamili oleh kekasihnya, kemudian tersangka datang ke Jakarta untuk kerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Rumah tersebut,” lanjut Kanit Reskrim.

Atas kejadian tersebut, tersangka di kenakan dengan pasal 80 ayat 3 Jo pasal 76 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kanit Reskrim.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *