Puluhan pelajar dan mahasiswa eksodus Mimika Geruduk Kantor Pemkab, ini tiga tuntutannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Lebih dari 30 pelajar dan mahasiswa eksodus berunjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua.

Puluhan mahasiswa eksodus tersebut kemudian diterima oleh Penjabat (Pj) Sekda Mimika, Marthen Paiding didampingi Asisten I Sekda Mimika, Damianus Katiop di Halaman Kantor Pemerintahan (Pemkab) Mimika, Senin, (10/02/2020).

Dalam aksinya mahasiswa eksodus membentangkan sejumlah kertas yang diisi berbagai catatan untuk meminta perhatian Pemkab Mimika.

Di hadapan Pj. Sekda Mimika dan Asisten I Sekda Mimika, serta Aparat Keamanan, dua orang mahasiswa eksodus kemudian menyampaikan aspirasi mewakili pelajar dan mahasiswa eksodus lainya.

Mereka kemudian membacakan tiga tuntutan diantaranya yakni,

Memohon untuk pemerintah mengembalikan kami pelajar dan mahasiswa eksodus ke tempat studi sesuai keinginan.

Meminta agar pemerintah segera membangun Universitas berstandar Internasional dalam hal ini Universitas Negeri di Mimika

Meminta Pemerintah, PT. Freeport, dan LPMAK dapat membiayai Sumberdaya Manusia (SDM) dalam maupun luar negeri.

“Apabila tidak merespon tiga poin diatas maka kami pelajar dan mahasiswa eksodus akan tuntut dan membatalkan PON 2020,” ujar salah seorang orator aksi tersebut.

Usai menyimak tuntutan mahasiswa eksodus, Pj. Sekda Mimika, Marthen Paiding menyatakan akan melaporkan kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati, Johannes Rettob selaku Ketua Tim Sosialisasi Pemkab Mimika.

“Tuntutannya kami sudah terima dan akan kami lanjutkan kepada Bapak Wakil Bupati selaku ketua Tim Sosialisasi dan juga kepada pihak terkait dalam hal ini Freeport serta LPMAK, Lemasa dan Lemasko,” ujar Paiding.

Setda Mimika juga menyampaikan terimakasih kepada para pelajar dan mahasiswa eksodus yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

Selama aksi demonstrasi berlangsung dijaga ketat dan dilakukan mediasi oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Mimika.

Sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa eksodus asal kabupaten mimika diklaim berjumlah 956 orang telah meninggalkan sekolah dan kampus di tiap kota studi masing-masing pasca terjadinya insiden dugaan rasisme beberapa waktu lalu.

Pantauan MITRAPOL, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama pihak terkait telah berupaya agar mengembalikan pelajar dan mahasiswa eksodus ke kota studi masing-masing.

Hingga kini tercatat 45 dari 956 pelajar dan mahasiswa eksodus sudah kembali di kota studi masing-masing.

 

(Reporter : AQM)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *