Merasa diterlantarkan, warga eks Pasar Damai curhat ke wakil rakyat Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Sebanyak 155 kepala keluarga (KK) eks Pasar Damai, Timika yang direlokasi di SP.4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania Kabupaten Mimika, Papua merasa terlantar.

Hal ini diungkap oleh warga eks pasar damai saat dikunjungi dua anggota DPRD Mimika didampingi Kepala Distrik Wania dan Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, Mimika, Papua di Kampung Kamoro Jaya yang merupakan lokasi pemukiman warga eks pasar damai, Selasa, (11/02/2020).

 

Berdasarkan pengakuan warga eks pasar damai yang disaksikan langsung oleh Legislator dan Kepala Distrik serta Kepala Kelurahanya menyebutkan, semenjak direlokasi hingga kini, mereka belum merasakan sentuhan pemerintah, bahkan fasilitas dan uang tunai yang telah dijanjikan belum terealisasi.

“Mereka (Pemerintah) janji kepada kami akan berikan uang tunai sebesar seratus juta rupiah bantu pindah lokasi tapi sampai sekarang belum ada, kalau ditanya kurang apa, banyak sekali pak” Ujar salah satu warga menjawab anggota Dewan.

Salah satu IRT eks pasar damai menambahkan, di tengah keterbatasan yang dimiliki, sebagian dari mereka secara swadaya membangun perumahan seadanya untuk menampung keberadaan mereka pasca direlokasi hingga kini.

“Terimakasih banyak, Bapak-bapak Dewan sudah datang menjenguk kami, mohon bantu kami pak, kami makan dan minum saja susah, untuk air bersih kami berusah beli sendiri dan berharap hujan, ini anak saya sedang sakit malaria,” ujar salah satu Ibu Rumah Tangga sambil menggendong anaknya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menerangi kegelapan pada malam hari, warga nekat memasang kabel sendiri dengan cara menumpang aliran listrik milik salah satu penduduk sekitar.

“Karena tidak ada lampu terpaksa kami jebol kabel milik orang disini jadi bisa pasang lampu, namun sudah diijinkan juga orang yang punya,” tandasnya.

Salah satu pemuda dalam kesempatan itu turut menyampaikan isi hatinya, “Kami kecewa, katanya ada sekolah, air bersih, lampu, bahkan perumahan siap dan sebagainya, padahal kenyataanya tidak ada semua, hanya disediakan dua toilet umum dan airnya kami ambil sendiri dari rawa, padahal kami sudah lama berdomisili di pasar damai disisi lain kami juga sudah berikan kontribusi terhadap daerah, harap bantu kami pak,” pinta salah satu pemuda eks pasar damai.

Menanggapi keluhan warga, DPRD Mimika melalui Fraksi Mimika Bangkit, Martinus Walilo, menyebut awalnya hanya berkunjung ke Kadistrik Wania, kemudian diajak Kadistrik mengunjungi warga eks pasar damai, namun setelah melihat dan merasakan langsung keadaan yang dialami warga dan menyatakan benar adanya warga eks pasar damai ditelantarkan.

“Langkah pertama kami datang dan lihat langsung secara dekat, ternyata sangat memprihatinkan, mereka terlantar, kasihan dari segi kesehatan sangat tidak terjamin sama sekali, kami (Wakil Rakyat) mendesak pemerintah segera mengambil tindakan dan perhatikan mereka, jangan hanya kasih pindah kemudian dilepas begitu saja,” kata Legislator Mimika itu.

Ditambahkannya, “Menyangkut bantuan dan sebagainya akan didata kembali oleh Kadistrik dan Bu Lurah, kami hanya baru sebatas itu,” tutup Martinus.

Di tempat yang sama, Legislator lainya yakni Drs. Leonardus Kocu, mengatakan, “Mereka ini perlu ada perhatian serius dari Pemda, secepatnya harus ditindaklanjuti, kasihan mereka tersiksa sekali ini,” ujarnya.

Leonardus menjelaskan, kunjungan kerja mereka selaku Legislator ini juga untuk mendengarkan keluhan di tingkat Distrik dan menyamakan program kerja dari Fraksi Mimika Bangkit Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika.

Selain itu, Yosiana Kamo. S.Ip selaku Lurah Wonosari Jaya, mengatakan ia hanyalah bawahan, sehingga kurang berdaya dan tak bisa berbuat banyak terhadap warga eks pasar damai.

“Saya sih mau membangun tapi tidak punya daya, saya hanya bawahan dan bukan sebagai pengambil keputusan,” kata Lurah Yosiana.

Dirinya menyarankan agar Legislator bertanya langsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, karena kedua instansi pemkab mimika itu menurutnya berkaitan langsung.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Mimika) melalui dinas terkait menggusur kios dan rumah dan merelokasi 155 Kepala Keluarga (KK) warga pasar damai di jalan Djayanti, Timika, Papua pada Desember 2019 lalu.

Mereka kemudian ditempatkan diatas lahan seluas 4 hektare, di SP. 4 Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *