Apriliani bebas dari tuntutan, Hakim PN Medan jatuhkan vonis onslaag

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Apriliani (28) terdakwa pemalsuan data autentik atau menggunakan surat palsu akhirnya divonis onslaag oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/2/2020), karena perbuatan terdakwa dinilai bukan tindak pidana.

Putusan onslaag (ada perbuatan tapi bukan tindak pidana) dibacakan hakim ketua Tengku Oyong dalam persidangan  di ruang Cakra-7 yang dihadiri oleh JPU Randi Tambunan dan terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Andi Hakim.

Menurut majelis hakim, apa yang dilakukan terdakwa tentang identitas dirinya selaku ahli waris, terkait dengan tanah seluas 14.910 meter persegi bukan tindak pidana. Untuk itu,  terdakwa lepas dari  unsur dakwaan dan tuntutan, ungkap hakim.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan yang menuntut terdakwa 2 tahun penjara, karena terbukti menggunakan surat palsu tentang ahli waris atas tanah

seluas 14.910 meter persegi di kawasan Jalan Pancing II Lingkungan II, Kelurahan Besar/Kampung Besar, Kec. Medan Labuhan.

Setidaknya, menurut JPU dalam tuntutannya, sesuai akta-fakta yang terungkap di persidangan, tindak pidana memalsukan identitas seakan menjadi ahli waris tunggal, padahal ia masih memiliki saudara, telah memenuhi unsur i pidana Pasal 263 KUHPidana.

Masih menurut JPU, tujuan terdakwa agar seluruh hasil penjualan lahan kepada Lo Ah Hong seharga Rp8.585.500.000 itu bisa dikuasai sendiri.

Untuk meyakinkan pembeli dalam jual beli, terdakwa melampirkan Surat Keterangan Hak Warisan Ahli Waris Kelas Satu No. 12/NI/N-SKHW/III/2014 tanggal 17 Maret 2014. Bertalian dengan Surat Keterangan No. 470/971/RP-II/2014 tanggal 19 Februari 2014.

Usai sidang, JPU Randi Tambunan menyatakan kasasi, ” kami kasasi ke MA,” ujar Tambunan kepada awak media.

Sementara PH terdakwa, Suardi dan Andi Hakim mengatakan menerima putusan, “Kami menilai putusan sudah sesuai fakta yang terungkap di persidangan,” ujarnya. (ZH)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *