Garda NTT gelar aksi damai di depan Mabes Polri, ini tuntutannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Aksi damai Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) berlangsung di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

Tujuan aksi tersebut untuk menuntut kerja Polda NTT yang bekerja selama 100 hari belum menunjukan keseriusannya mengungkap kasus yang diduga pembunuhan sdra, Ansel Wora.

Aksi damai ini juga menuntut untuk mendesak Mabes Polri ambil alih kasus ini, meminta Kapolri segera mencopot Kapolres Ende dan Kapolda NTT dari jabatannya, meminta Mabes Polri mengungkap kasus kematian Ansel Wora dengan terang benderang.

Dari informasi yang diterima Mitrapol, kasus ini yang semula ditangani Polres Ende dengan surat yang diterbitkan nomor B/33/I/RES.1..24/2020/Tes.

Pada tanggal 17 Januari 2020, pihak Polda NTT mengklaim sudah mengambil alih kasus tersebut dengan nomor : SP – Sidik/43/I/2020 polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 50 orang saksi.

Pihak Polda NTT dalam kesempatan audiensi bersama massa aksi di Mapolda NTT Jum’at, 07 februari 2020 menjanjikan akan mengumumkan hasil otopsi dan penyelidikan pada hari Selasa, 11 Februari 2020.

Namun hingga hari tersebut tiba, pihak Polda NTT belum juga mengumumkan hasilnya dan dianggap ingkar janji.

Garda NTT bersama 20 organ – organ menduga ada tangan – tangan yang terselubung (Hidden Hand) yang turut mengintervensi kasus ini,

“Sehingga ada ketidak percayaan terhadap Kapolres Ende (AKBP Ahmad Muzayin), Kapolda NTT ( Irjen Pol. H. Hamidin), Wakil Direktur reserse umum (Anton Cristian Nugroho). GARDA NTT akan bekerja sama dengan pakar – pakar hukum, Kontras (Komisi orang hilang dan korban tindak kekerasan) dan meminta bantuan dokter forensik independen di Jakarta, untuk melakukan otopsi ulang jenazah korban, karena kami menduga ada indikasi pihak Polda NTT akan membelokan hasil otopsi,” kata Ketua umum Garda NTT Epi Fina.

Lanjut dia, “Kami minta segera tuntaskan kasus ini, karena kami tidak percaya pada Polda NTT dan Polres Ende, kita minta Mabes Polri mengambil alih kasus ini. Harapan kita adalah kasus ini segera dituntaskan, kami sudah cape untuk melakukan ini, hari ini kami bawa masa 150 orang,” tandas Epi Fina.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *